Enam Nama Bersaing Rebut Gelar Pemain Terbaik Bundesliga September 2026
Baca dalam 60 detik
- Bundesliga mengumumkan enam kandidat Pemain Terbaik September 2026, dengan Michael Olise dari Bayern Munich sebagai unggulan utama.
- Penilaian menggabungkan data performa dan suara penggemar serta pakar, mencakup pertandingan matchday 2 hingga 4.
- Dominasi pemain dari klub seperti Freiburg dan Leverkusen menunjukkan persaingan gelar musim ini semakin terbuka.

Bundesliga resmi merilis daftar enam pemain yang bersaing memperebutkan penghargaan Pemain Terbaik bulan September 2026. Penghargaan yang digelar bekerja sama dengan EA Sports sejak musim 2018/19 ini menempatkan Michael Olise (Bayern Munich), Phillip Tietz (Mainz), Miguel Gutiérrez (Bayer Leverkusen), Igor Matanović (Freiburg), Maximilian Mittelstädt (VfB Stuttgart), dan Yannik Engelhardt (Freiburg) sebagai kandidat.
Proses pemilihan berlangsung dua tahap: pertama, penilaian berbasis data performa pemain sepanjang bulan; kedua, suara penggemar dan panel ahli. Periode voting mencakup matchday 2 hingga 4, dengan patokan bulan berdasarkan hari Sabtu pertandingan. Sistem ini memastikan penilaian tidak hanya bergantung pada popularitas, tetapi juga kontribusi nyata di lapangan.
Michael Olise menjadi sorotan utama. Pemain asal Prancis itu terlibat dalam empat gol Bayern sepanjang September—tiga gol dan satu assist—semuanya terjadi saat kemenangan 7-0 atas Union Berlin, di mana ia mencetak hat-trick pertamanya di Bundesliga. Hanya Sheraldo Becker (Mainz) yang mencatat kontribusi gol lebih banyak (lima) di liga pada periode yang sama. Olise melepaskan 12 tembakan, dengan efisiensi tembakan +1,6, tertinggi di antara pemain Bayern. Ketika ia tidak menjadi starter melawan Schalke, Bayern tampak kehilangan kreativitas dan daya gedor, berakhir 0-0.
Phillip Tietz dari Mainz menikmati performa terbaik dalam kariernya. Meski gagal masuk skuad Jerman, striker 29 tahun itu telah mencetak empat gol dari empat matchday, semuanya pada September, dan memimpin daftar top skor sementara bersama empat pemain lain. Ia satu-satunya pemain yang mencetak gol di ketiga matchday September, bersama Jonathan Burkardt (Eintracht Frankfurt) dan Patrik Schick (Leverkusen). Tietz juga mencatat efisiensi tembakan terbaik (+2,0) dan memenangkan 44 duel dari 106 percobaan. “Saat ini saya sangat senang dengan rekor gol saya, tetapi kebahagiaan atas kemenangan hari ini lebih utama,” ujarnya usai Mainz menang 4-3 atas Gladbach.
Di Leverkusen, Miguel Gutiérrez menjelma sebagai pengganti ideal Alejandro Grimaldo. Bergabung dari Napoli pada musim panas, bek kiri 25 tahun itu langsung menjadi motor serangan. Ia menjadi penyedia assist terbanyak kedua di liga pada September (3 assist) dan mencetak gol Bundesliga pertamanya saat melawan RB Leipzig. Umpan-umpannya telah menjadi senjata utama, mirip dengan yang dulu dilakukan Grimaldo. “Dia selalu menjadi pilihan utama kami jika Grimaldo pergi,” kata direktur olahraga Leverkusen.
Freiburg mendominasi daftar dengan dua pemain: Igor Matanović dan Yannik Engelhardt. Matanović, penyerang Kroasia berusia 23 tahun, telah mencetak tiga gol dan satu assist musim ini, menjadi tumpuan formasi 4-2-3-1 asuhan Julian Schuster. Ia mencetak dua gol saat Freiburg menghancurkan Gladbach 5-0 dan melepaskan 11 tembakan—terbanyak di tim. Sementara Engelhardt, gelandang bertahan 25 tahun, mencetak dua gol dalam satu pertandingan untuk pertama kalinya, menyamai total golnya dari 33 penampilan sebelumnya. Performa impresifnya mengantarkannya ke skuad Jerman untuk pertama kali di bawah asuhan Jürgen Klopp untuk laga UEFA Nations League melawan Belanda, Yunani, dan Serbia.
Maximilian Mittelstädt dari Stuttgart membuktikan diri sebagai bek serba bisa. Setelah absen dari skuad Piala Dunia 2026, ia merespons dengan penampilan solid baik sebagai bek kiri maupun bek tengah kiri. Ia mencetak satu gol dan satu assist, serta menciptakan 12 peluang—terbanyak di Bundesliga pada September. Persentase duelnya mencapai 69%, tertinggi di Stuttgart. Penampilan apiknya membuatnya dipanggil kembali ke timnas Jerman oleh Klopp.
Bagi pembaca di Indonesia, persaingan ini mencerminkan dinamika liga top Eropa yang semakin kompetitif. Kehadiran pemain muda seperti Gutiérrez dan Matanović menunjukkan regenerasi berjalan, sementara Olise tetap menjadi magnet. Penggemar sepak bola Tanah Air dapat menyaksikan langsung aksi para nominee melalui siaran resmi Bundesliga, yang biasanya tersedia di platform streaming berlangganan. Selain itu, performa para pemain ini bisa menjadi referensi bagi klub-klub Indonesia dalam merekrut pemain asing berkualitas atau mengembangkan talenta muda.
Voting untuk Pemain Terbaik September 2026 masih terbuka hingga batas waktu yang ditentukan. Siapa yang akan menyusul Olise sebagai penerima penghargaan? Akankah Tietz atau Gutiérrez menyalip favorit? Partisipasi penggemar akan menjadi penentu akhir.



