Leeds United Menang Lagi, Gnonto Menanti Peran Lebih Besar di Tengah Rumor Igor Paixao
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengalahkan RB Leipzig 2-0 dalam laga uji coba, melanjutkan tren positif pramusim mereka.
- Wilfried Gnonto tampil impresif sebagai pemain pengganti dan memberikan assist untuk gol kedua, menambah tekanan pada manajer untuk memberikan lebih banyak menit bermain.
- Rencana Leeds untuk mendatangkan Igor Paixao dari Marseille bisa menghambat perkembangan Gnonto, memunculkan pertanyaan tentang prioritas transfer klub.

Leeds United menutup pramusim dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas RB Leipzig di Elland Road, memperpanjang catatan positif mereka menjadi tiga kemenangan beruntun. Hasil ini sekaligus menegaskan kesiapan tim asuhan Daniel Farke menjelang musim 2026/27, setelah sebelumnya menaklukkan Sunderland dan Liverpool dalam tur Amerika Serikat.
Dalam laga yang berlangsung di hadapan pendukung sendiri, gol pertama dicetak Dominic Calvert-Lewin pada babak pertama, memanfaatkan umpan terobosan Joe Rodon yang tampil dominan di lini belakang. Sementara gol kedua datang di menit-menit akhir melalui Lukas Nmecha, yang menerima umpan matang dari Wilfried Gnonto. Kemenangan ini juga menandai clean sheet kedua Leeds dalam tiga pertandingan, dengan duet Rodon dan Tarik Muharemovic mulai menunjukkan chemistry yang solid di lini pertahanan.
Namun, sorotan utama pertandingan justru tertuju pada performa Gnonto yang hanya bermain sekitar sembilan menit. Masuk sebagai pemain pengganti, pemain berusia 22 tahun itu langsung menunjukkan agresivitas dan kualitasnya. Ia mampu merebut posisi, mengirim umpan akurat ke kotak penalti, dan menjadi kreator gol kedua. Penampilan ini menjadi sinyal kuat bahwa Gnonto layak mendapatkan peran lebih besar musim depan, meski ia baru sekali menjadi starter selama pramusim.
Di sisi lain, rumor transfer Igor Paixao dari Marseille kembali mencuat. Klub Prancis itu dikabarkan membuka pintu bagi kepergian pemain Brasil berusia 26 tahun tersebut dengan banderol sekitar ยฃ35 juta. Jika kesepakatan terwujud, total belanja Leeds musim panas ini bisa menembus ยฃ100 juta. Namun, langkah ini berpotensi mengancam menit bermain Gnonto, yang sebelumnya sempat tersisih dari skuat utama.
Keputusan Leeds untuk mengejar Paixao dinilai berisiko. Dengan kehadiran pemain baru, persaingan di lini depan semakin ketat, dan Gnonto bisa kembali tersingkir. Padahal, performanya melawan Leipzig menunjukkan bahwa ia memiliki kemampuan untuk bersaing di level tertinggi. Beberapa analis menilai bahwa Farke seharusnya lebih percaya pada pemain muda Italia itu daripada mengeluarkan dana besar untuk pemain lain.
Dari perspektif Indonesia, situasi ini menarik untuk dicermati. Liga Inggris memiliki basis penggemar yang besar di tanah air, dan perkembangan pemain muda seperti Gnonto sering menjadi sorotan. Jika Leeds gagal memanfaatkan potensi Gnonto, hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara tentang pentingnya memberikan kesempatan bagi talenta muda lokal. Selain itu, kebijakan transfer yang agresif tanpa memperhatikan pengembangan pemain sendiri bisa menjadi bumerang dalam jangka panjang.
Manajer Farke kini dihadapkan pada dilema: memenuhi ambisi klub dengan mendatangkan pemain baru, atau memberi kepercayaan pada pemain yang sudah terbukti. Gnonto, dengan kemampuannya yang mumpuni, tampaknya layak mendapatkan kesempatan lebih. Apakah Leeds akan mengambil langkah berani dengan mengorbankan Paixao demi Gnonto? Atau justru sebaliknya, mereka akan membiarkan Gnonto pergi dan menggantinya dengan pemain mahal? Keputusan ini akan menentukan arah klub dalam beberapa musim ke depan.



