Crystal Palace Buka Lagi Negosiasi Pinjaman Evann Guessand dari Aston Villa
Baca dalam 60 detik
- Crystal Palace kembali menjalin komunikasi dengan Aston Villa untuk meminjam Evann Guessand, setelah sebelumnya mengurungkan niat.
- Penyerang asal Pantai Gading itu gagal bersinar di Villa Park dengan tanpa gol dalam 13 laga Premier League, meski sempat menjadi andalan di Nice.
- Kesepakatan pinjaman kedua dipandang sebagai opsi hemat bagi Palace untuk menguji konsistensi Guessand sebelum memutuskan pembelian permanen.

Crystal Palace dilaporkan telah menghidupkan kembali minatnya terhadap Evann Guessand, penyerang asal Pantai Gading yang sempat dipinjamkan pada paruh kedua musim lalu. Langkah ini muncul di tengah kebutuhan mendesak The Eagles untuk menambah daya gedor menjelang padatnya jadwal domestik dan Eropa.
Menurut jurnalis The Athletic, Jacob Tanswell, Palace telah mengadakan pembicaraan baru dalam beberapa hari terakhir untuk membawa Guessand kembali ke Selhurst Park dengan status pinjaman. Sebelumnya, manajemen klub memutuskan untuk tidak memperpanjang masa peminjaman pemain berusia 25 tahun itu setelah opsi pembelian senilai ยฃ28 juta tidak diaktifkan.
Guessand pertama kali menjadi sorotan setelah musim impresif bersama Nice pada 2024/25. Ia mencetak 12 gol dalam 32 penampilan Ligue 1 dan dinobatkan sebagai pemain terbaik klub. Aston Villa kemudian memenangi persaingan untuk mendapatkannya dengan nilai transfer dilaporkan mencapai ยฃ30,5 juta, namun kariernya di Inggris tidak berjalan mulus. Dalam 13 penampilan Premier League, ia gagal mencetak gol.
Palace sempat menjadi pelarian pada Januari lalu dengan membayar biaya pinjaman ยฃ2 juta dan menyertakan opsi beli. Selama masa peminjaman, Guessand mencetak dua gol dan satu assist dalam 14 penampilan di semua kompetisi, termasuk gol penentu kemenangan dramatis melawan Wolverhampton Wanderers. Meski demikian, performa itu belum cukup meyakinkan manajemen untuk menebusnya secara permanen.
Keputusan untuk kembali mendekati Guessand menunjukkan adanya perubahan sikap dari kubu Palace. Pada bursa musim panas ini, The Eagles lebih fokus memperkuat lini belakang dengan mendatangkan Oscar Mingueza dari Celta Vigo dan Takehiro Tomiyasu secara gratis. Keduanya diharapkan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Maxence Lacroix yang dijual ke Chelsea dengan nilai ยฃ52 juta.
Di lini depan, kebutuhan akan pemain serbabisa yang bisa bermain di tengah atau sayap menjadi prioritas. Guessand dinilai cocok dengan kebutuhan tersebut karena pengalamannya di Premier League dan keakraban dengan skuat Palace. Namun, persaingan ketat diperkirakan akan terjadi karena klub lain juga dikabarkan memantau situasi pemain internasional Pantai Gading tersebut.
Bagi Guessand, kembali ke Palace bisa menjadi kesempatan emas untuk membuktikan diri setelah masa sulit di Villa Park. Ia sudah mengenal gaya permainan tim dan atmosfer Selhurst Park, yang bisa mempercepat adaptasinya. Di sisi lain, Palace juga diuntungkan karena tidak perlu mengeluarkan dana besar di awal; mereka bisa mengevaluasi performanya sebelum memutuskan langkah jangka panjang.
Konteks ini juga relevan bagi pengamat sepak bola Indonesia, mengingat banyak klub Eropa kini lebih berhati-hati dalam belanja pemain. Model pinjaman dengan opsi beli menjadi strategi umum untuk mengurangi risiko finansial, terutama bagi klub di luar enam besar Inggris. Bagi pemain Asia Tenggara yang bermimpi berkarier di Eropa, pola seperti ini menunjukkan bahwa kesempatan kedua sering kali datang melalui jalur pinjaman.
Dengan bursa transfer yang masih berjalan, keputusan akhir akan sangat menentukan kedalaman skuat Palace untuk musim 2026/27. Apakah Guessand akan kembali memakai jersey merah-putih, atau justru memilih tantangan baru di tempat lain? Jawabannya akan menjadi sinyal penting bagi ambisi The Eagles di kompetisi Eropa.



