120 Pemain Ligue 1 Dipanggil Timnas, Calvin Verdonk Satu-satunya Wakil Indonesia
Baca dalam 60 detik
- Sebanyak 120 pemain dari 18 klub Ligue 1 menerima panggilan timnas untuk jeda internasional, dengan PSG menyumbang terbanyak (15 pemain).
- Calvin Verdonk (Lille) menjadi satu-satunya pemain Ligue 1 yang memperkuat Timnas Indonesia, sementara sejumlah debutan seperti Restes dan Lepaul menandai regenerasi.
- Jeda ini menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda dan peluang bagi Timnas Indonesia memanfaatkan pengalaman Verdonk di kancah Eropa.

Sebanyak 120 pemain dari 18 klub Ligue 1 McDonald's dipanggil memperkuat negara masing-masing pada jeda internasional kali ini, dengan Paris Saint-Germain menjadi kontingen terbesar (15 pemain). Di antara daftar tersebut, nama Calvin Verdonk (Lille) mencuat sebagai satu-satunya wakil Indonesia, menyusul keputusan pelatih Zinédine Zidane yang memanggil enam pemain Ligue 1 untuk Timnas Prancis.
Jeda internasional ini tidak sekadar rutinitas. Bagi banyak pemain, ini adalah panggung pembuktian setelah performa impresif di awal musim. Dua nama baru mencuri perhatian: Guillaume Restes (Toulouse, 21 tahun) dan Estéban Lepaul (Rennes) yang pertama kali dipanggil ke Timnas Prancis senior. Keduanya mewakili gelombang regenerasi yang tengah berlangsung di sepak bola Eropa, di mana klub-klub Ligue 1 semakin agresif memberi ruang kepada talenta muda.
Menariknya, panggilan pertama juga datang dari berbagai negara Afrika. Monaco menyumbang Sadibou Sané (Senegal) dan Stanis Idumbo (RD Kongo), sementara Toulouse mengirim Christ Tapé (Pantai Gading) dan Auxerre meloloskan Lamine Sy (Senegal) di bawah asuhan Patrick Vieira. Fenomena ini menegaskan posisi Ligue 1 sebagai kiblat bagi pemain Afrika yang ingin menembus level internasional.
Bagi publik Indonesia, kehadiran Verdonk di daftar ini bukan hal sepele. Bek kiri berusia 28 tahun itu telah menjadi tulang punggung lini belakang Lille sejak bergabung dari NEC Nijmegen. Pengalamannya berhadapan dengan penyerang-penyerang top Eropa menjadi modal berharga bagi skuad Garuda, terutama menjelang agenda kualifikasi Piala Dunia 2026. Kehadirannya di Ligue 1 juga membuka mata bahwa pemain keturunan Indonesia mampu bersaing di liga top lima Eropa.
"Ini kesempatan bagi pemain seperti Verdonk untuk menunjukkan kualitasnya di level internasional. Pengalaman di Ligue 1 akan sangat membantu Timnas Indonesia," ujar seorang pengamat sepak bola nasional, seperti dikutip dari diskusi panel baru-baru ini.
Di level U-21, Prancis memanggil tujuh pemain Ligue 1, termasuk Ethan Mbappé (Lille) yang baru pertama kali dipanggil. Strasbourg mendominasi dengan delapan pemain di berbagai tim U-21, menandakan investasi jangka panjang klub-klub Ligue 1 dalam pembinaan usia muda. Sementara itu, pemain seperti Mika Godts dan Loïs Openda kembali memperkuat Belgia setelah absen di Piala Dunia, dan Ally Samatta (Tanzania) mendapat panggilan lagi berkat performa apiknya bersama Le Havre.
Kembalinya sejumlah nama ke timnas juga menyiratkan dinamika kompetisi internal. Ada yang harus mundur karena cedera, seperti Robin Risser (Lens) dan Nabil Bentaleb (Lille), yang menjadi pengingat bahwa jadwal padat klub dan negara masih menjadi tantangan besar. Di sisi lain, pemain seperti Thomas Jorgensen (Toulouse) dan Mads Bidstrup (Lyon) berpeluang mencatat debut internasional, menambah panjang daftar pemain Ligue 1 yang menembus level senior.
Dengan 120 pemain tersebar di berbagai benua, Ligue 1 membuktikan diri sebagai salah satu liga paling multikultural di Eropa. Bagi Indonesia, sorotan tertuju pada Verdonk dan bagaimana ia dapat mentransfer pengalaman bermain di liga kompetitif ke level Asia. Akankah jeda internasional ini menjadi batu loncatan bagi Verdonk dan Timnas Indonesia untuk mencuri perhatian di kancah global?



