Spalletti Akui Inter Lebih Kompak: Debut Alajbegovic dan Kolo Muani Masih Butuh Waktu
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui bahwa Inter Milan tampil lebih solid dalam laga uji coba di Perth, yang berakhir dengan skor 2-1 untuk Nerazzurri.
- Dua rekrutan anyar Bianconeri, Kerim Alajbegovic dan Randal Kolo Muani, menjalani debut mereka, namun Spalletti menilai keduanya belum dalam kondisi fisik prima.
- Kekalahan ini menjadi sinyal bahwa Juventus masih perlu membangun kekompakan tim, sementara Inter menunjukkan kesiapan mereka untuk musim baru.

Luciano Spalletti, pelatih Juventus, tidak menampik bahwa Inter Milan tampil lebih unggul sebagai sebuah tim dalam laga persahabatan yang digelar di Perth, Australia. Pertandingan yang berakhir dengan skor 2-1 untuk keunggulan Inter itu menjadi cermin nyata bahwa Bianconeri masih jauh dari kata sempurna dalam membangun permainan kolektif.
Kekalahan ini terjadi di tengah proses transformasi besar yang sedang dijalani Juventus. Setelah finis di peringkat keenam Serie A musim lalu dan gagal lolos ke Liga Champions, klub asal Turin itu berusaha keras memperkuat skuad. Namun, proses perekrutan pemain berjalan lebih lambat dari yang diharapkan, dan dua wajah baru, Kerim Alajbegovic serta Randal Kolo Muani, baru bergabung beberapa hari sebelum laga uji coba ini.
Spalletti mengaku telah mengamati kedua pemain tersebut secara mendalam sebelum mereka resmi berseragam Juventus. โSaya mengevaluasi mereka dengan hati-hati sebelum mereka bergabung, karena saya ingin melihat langsung kemampuan mereka,โ ujarnya kepada Sky Sport Italia. Ia juga menambahkan bahwa Alajbegovic sebenarnya sudah lama dipantau oleh direktur olahraga Ricky Massara, sehingga kehadirannya diharapkan bisa langsung memberikan dampak.
Meski demikian, Spalletti sadar bahwa kedua pemain masih membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik. โMereka baru berlatih bersama kami selama tiga hari, jadi mungkin saya terlalu terburu-buru meminta mereka bermain selama satu babak penuh,โ katanya. Dalam laga tersebut, Alajbegovic dan Kolo Muani sempat menunjukkan kilatan kualitas, tetapi belum cukup untuk mengubah jalannya pertandingan.
Dari sisi Inter, gol Federico Dimarco dan Andy Diouf menjadi bukti bahwa tim asuhan Simone Inzaghi sudah memiliki ritme permainan yang solid. Sementara itu, Juventus harus mengakui keunggulan lawan setelah hanya mampu membalas satu gol lewat Francisco Conceicao di akhir laga. Spalletti pun mengakui bahwa Inter tampil lebih kompak, terutama di babak pertama.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kekalahan ini menjadi alarm bagi Juventus. Spalletti menegaskan bahwa timnya harus segera menemukan keseimbangan dan membangun kekompakan. โMereka adalah pemain kuat dengan level tinggi, jadi kami harus mencari cara untuk menemukan keseimbangan yang tepat dan menjadi sebuah tim,โ ujarnya. Ia juga menekankan bahwa proses ini adalah bagian dari perjalanan panjang yang harus dilalui.
Di sisi lain, performa Inter di laga uji coba ini memberikan sinyal positif bagi para pendukungnya. Kemenangan atas rival abadi mereka tentu menjadi modal berharga menjelang musim baru. Namun, perlu diingat bahwa laga persahabatan tidak selalu menjadi patokan akurat untuk kompetisi resmi.
Bagi pecinta sepak bola Indonesia, rivalitas Juventus dan Inter selalu menarik untuk diikuti. Banyak penggemar di tanah air yang mendukung kedua klub ini, dan hasil laga uji coba ini bisa menjadi bahan diskusi hangat di media sosial. Selain itu, performa pemain seperti Kolo Muani yang sebelumnya bersinar di Piala Dunia 2022 juga menjadi sorotan, mengingat ia kini berkiprah di salah satu klub terbesar Italia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Juventus mampu mempercepat adaptasi para pemain barunya sebelum Serie A dimulai. Dengan jadwal yang padat, Spalletti harus segera meramu strategi agar timnya tidak kembali tertinggal. Apakah kekalahan ini akan menjadi cambuk bagi Bianconeri untuk bangkit, atau justru menjadi awal dari musim yang sulit? Hanya waktu yang bisa menjawab.



