Kemenangan Inter atas Juventus Tak Cukup: Chivu Tegaskan Tim Belum Siap
Baca dalam 60 detik
- Inter menutup tur pramusim dengan kemenangan 2-1 atas Juventus, namun pelatih Cristian Chivu menyoroti kelemahan di babak kedua.
- Chivu menegaskan skuadnya belum mencapai performa puncak dan masih membutuhkan beberapa pekan untuk meningkatkan ketajaman.
- Persaingan posisi kiper antara Josep Martinez dan Ivan Provedel disebut tetap terbuka, tanpa status kiper utama atau cadangan.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menolak berpuas diri meski timnya menang 2-1 atas Juventus dalam laga uji coba pramusim di Perth, Australia. Ia justru menyoroti buruknya penampilan anak asuhnya di babak kedua, sebuah sinyal bahwa skuad Nerazzurri masih jauh dari siap menghadapi musim kompetisi yang akan datang.
Gol Federico Dimarco dan tembakan sudut sempit Andy Diouf memastikan kemenangan Inter, sementara Francisco Conceicao sempat memperkecil kedudukan untuk Juventus di akhir laga. Namun, Chivu menilai hasil akhir tidak mencerminkan kualitas permainan timnya. โKami selalu bisa lebih baik, setidaknya kami menuntaskan tur tanpa cedera,โ ujarnya kepada Sky Sport Italia, sembari menekankan bahwa ketajaman tim masih perlu diasah.
โKami belum siap, butuh beberapa pekan lagi untuk mencapai ketajaman itu. Anda bicara tentang penampilan babak pertama, tapi saya sama sekali tidak suka babak kedua. Tidak sedikit pun, terutama pendekatannya,โ tegas Chivu. Ia juga menyoroti kurangnya solusi kreatif saat timnya menghadapi tekanan, meski mengakui gol kedua Inter datang justru di tengah dominasi Juventus.
- Inter menang 2-1 atas Juventus dalam laga pramusim di Perth.
- Federico Dimarco dan Andy Diouf mencetak gol untuk Inter; Francisco Conceicao untuk Juventus.
- Chivu mengkritik penampilan babak kedua dan menyatakan tim belum siap.
- Persaingan kiper antara Josep Martinez dan Ivan Provedel masih terbuka.
Di sisi lain, Chivu memberikan pujian kepada Juventus yang musim lalu finis keenam di Serie A. Ia menilai tim asuhan Thiago Motta itu telah melakukan perekrutan yang solid, seperti Randal Kolo Muani, Kerim Alajbegovic, dan bek Zeki Celik. โMereka tim yang bagus dan terorganisir. Laga pramusim tidak banyak berarti, kami mencari ide baru dan meningkatkan kebugaran. Juventus kuat dan pasti akan bersaing musim ini,โ tambah Chivu.
Salah satu sorotan positif bagi Inter adalah perkembangan Andy Diouf yang mencetak gol meski bermain di posisi yang bukan favoritnya, yaitu sayap kanan. Chivu mengaku senang dengan progres pemain muda tersebut dalam beberapa pekan terakhir. โSaya melihat peningkatan dalam beberapa pekan terakhir, jadi saya senang dengannya,โ ujarnya.
Soal kiper, Chivu menegaskan tidak ada hierarki tetap antara Josep Martinez dan Ivan Provedel. โTidak ada pilihan pertama atau cadangan, bahkan di posisi kiper. Semua orang harus memberikan kontribusi untuk tim,โ katanya. Pernyataan ini mengisyaratkan persaingan sehat di bawah mistar gawang Inter musim ini.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga pramusim seperti ini sering menjadi tolok ukur awal kekuatan tim-tim Eropa. Meski hasilnya tidak menentukan, performa Inter yang belum konsisten bisa menjadi perhatian bagi para penggemar yang menantikan aksi mereka di Serie A. Apakah Chivu mampu membenahi kelemahan timnya sebelum kompetisi resmi dimulai? Pertanyaan ini akan terjawab dalam beberapa pekan ke depan.



