Pellegrini Perpanjang Kontrak di Roma hingga 2027: Kesetiaan di Tengah Godaan Juventus dan Besiktas
Baca dalam 60 detik
- Lorenzo Pellegrini resmi menandatangani kontrak baru bersama AS Roma hingga Juni 2027, setelah status bebas transfernya sempat mengemuka.
- Kesepakatan ini mengamankan kapten Giallorossi di tengah minat dari Juventus dan Besiktas, dengan nilai kontrak diperkirakan mencapai โฌ2,5 juta per musim.
- Keputusan Pellegrini menjadi sinyal stabilitas bagi Roma di tengah dinamika bursa transfer yang juga melibatkan Paulo Dybala dan Zeki Celik.

AS Roma akhirnya mengunci masa depan Lorenzo Pellegrini. Kapten sekaligus produk asli akademi klub tersebut resmi menandatangani kontrak anyar yang mengikatnya hingga Juni 2027, beberapa pekan setelah kontrak lamanya resmi berakhir pada 30 Juni lalu. Kepastian ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai masa depan gelandang serang berusia 30 tahun itu yang sempat dikaitkan dengan sejumlah klub elite Eropa.
Pellegrini bukan nama asing di Stadio Olimpico. Ia menghabiskan hampir seluruh kariernya bersama Roma, dimulai dari akademi hingga menembus tim utama. Sempat menjalani masa peminjaman dua musim di Sassuolo, ia kembali ke ibu kota Italia dan berkembang menjadi salah satu pilar penting Giallorossi. Kontrak barunya secara resmi diumumkan pada Jumat (8/8) sore waktu setempat, meski statusnya sempat menjadi agen bebas selama lebih dari sebulan.
Yang menarik, klub menyebut kesepakatan ini sebagai perpanjangan kontrak, padahal secara teknis kontrak lamanya telah kedaluwarsa. Situasi serupa juga terjadi pada Paulo Dybala, yang baru saja menandatangani kesepakatan baru, serta Zeki Celikโnamun bek asal Turki itu justru memilih hengkang ke Juventus dengan status gratis. Keputusan Pellegrini untuk bertahan pun menjadi pembeda di tengah gejolak bursa transfer musim panas ini.
Menurut laporan Corriere dello Sport, gaji Pellegrini diperkirakan mencapai โฌ2,5 juta per musim ditambah bonus berdasarkan performa, angka yang nyaris identik dengan kesepakatan Dybala. Nilai tersebut mencerminkan komitmen Roma untuk mempertahankan pemain kunci mereka di tengah persaingan ketat Liga Italia dan Eropa.
Sebelumnya, Pellegrini sempat dikaitkan dengan Juventus dan bahkan didekati Besiktas. Namun, loyalitasnya kepada Roma tak tergoyahkan. Keputusan ini tentu menjadi angin segar bagi para pendukung Giallorossi yang sempat khawatir kehilangan kapten mereka secara gratis. Bagi Roma, mempertahankan Pellegrini bukan sekadar urusan teknis di lapangan, tetapi juga simbol stabilitas di tengah transisi kepemilikan dan strategi klub.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, keputusan Pellegrini menjadi pelajaran menarik tentang pentingnya ikatan emosional antara pemain dan klub. Di tengah maraknya pemain pindah klub demi keuntungan finansial, langkah Pellegrini menunjukkan bahwa loyalitas masih punya tempat. Hal ini juga relevan dengan dinamika sepak bola nasional, di mana para pemain muda Indonesia kerap dihadapkan pada pilihan bertahan di klub sendiri atau merantau ke luar negeri.
Ke depan, tantangan Roma adalah memastikan Pellegrini tetap tampil konsisten dan menjadi pemimpin di lapangan. Dengan kontrak baru ini, ia diharapkan mampu membawa Roma bersaing di papan atas Serie A dan tampil kompetitif di kompetisi Eropa. Pertanyaannya, akankah keputusan ini menjadi awal dari era kejayaan baru bagi Roma, atau justru menjadi penanda terakhir dari generasi emas yang dimiliki klub?



