Roma Alihkan Incaran ke Gittens, Nusa Terlalu Mahal: Gasperini Masih Menanti
Baca dalam 60 detik
- Roma menambah Jamie Gittens ke daftar target setelah harga Antonio Nusa dinilai terlalu tinggi.
- Keterbatasan finansial memaksa Roma bernegosiasi hati-hati, dengan batas gaji sekitar โฌ4 juta netto.
- Pinjaman menjadi opsi realistis untuk Gittens, sementara Gasperini mendesak perekrutan segera.

AS Roma memperluas daftar buruan untuk memperkuat lini serang kiri mereka. Klub ibu kota Italia itu kini memasukkan nama Jamie Gittens, winger milik Chelsea, sebagai kandidat baru, di tengah kebuntuan negosiasi untuk Antonio Nusa yang dianggap terlalu mahal oleh manajemen.
Pelatih Gian Piero Gasperini telah lama menginginkan sosok kreatif yang bisa menusuk dari sisi sayap, menciptakan keunggulan jumlah pemain, dan menekan dengan intensitas tinggi. Menurut laporan Tuttomercatoweb yang mengutip La Gazzetta dello Sport, posisi tersebut menjadi prioritas utama dalam bursa transfer musim dingin ini. Namun, langkah Roma tidak semulus itu. Batas gaji yang ketat, sekitar โฌ4 juta netto per musim kecuali untuk pengecualian tertentu, memaksa direksi untuk berhitung ekstra.
Nusa, pemain muda Norwegia yang menjadi incaran utama, tampaknya akan sulit direnggut. RB Leipzig masih mematok banderol sekitar โฌ60 juta, angka yang dinilai terlalu tinggi oleh manajemen Roma. Kondisi ini membuat Gasperini harus memutar otak mencari alternatif. Dua nama pun muncul ke permukaan: Malick Fofana dari Lyon dan Jamie Gittens dari Chelsea.
Fofana, pemain Belgia yang musim lalu diganggu cedera pergelangan kaki, tetap dianggap sebagai prospek menjanjikan. Lyon meminta sekitar โฌ45 juta, namun Roma berharap bisa menekan harga tersebut. Sementara itu, direktur olahraga Tony D'Amico juga memantau perkembangan Gittens, yang baru setahun lalu bergabung dengan Chelsea dari Borussia Dortmund dengan nilai transfer sekitar โฌ60 juta.
Untuk Gittens, skenario transfer permanen tampaknya sulit dijangkau. Namun, Roma bisa menjajaki opsi peminjaman jika Chelsea bersedia melepas pemainnya dengan skema tersebut. Gasperini sendiri terus menunggu dengan harapan besar. Ia menganggap perekrutan pemain kreatif ini sebagai kebutuhan mendesak agar skuadnya bisa bekerja secara optimal.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kegagalan Roma mendatangkan Nusa bisa menjadi sinyal bahwa klub-klub Serie A semakin kesulitan bersaing di pasar transfer Eropa. Dengan harga yang melambung, banyak klub Italia terpaksa mencari alternatif yang lebih murah atau memanfaatkan skema pinjaman. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang ingin merekrut pemain asing: pentingnya negosiasi cerdas dan manajemen keuangan yang ketat.
Keputusan Roma dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi ujian bagi kemampuan Gasperini meramu tim. Apakah ia akan mendapatkan pemain yang diinginkan atau harus berkompromi dengan kondisi finansial? Pertanyaan ini menggantung di udara, dan para penggemar Giallorossi tentu berharap ada kejutan positif sebelum bursa transfer ditutup.



