Singapura Lolos Semifinal Piala AFF: Bukti Ketangguhan di Tengah Skuad Termuda
Baca dalam 60 detik
- Singapura memastikan tiket semifinal Piala AFF usai menahan imbang Indonesia 1-1 di Jalan Besar Stadium.
- Dengan delapan poin dari empat laga, The Lions tak terkalahkan dan finis sebagai runner-up Grup A di bawah Vietnam.
- Pelatih Gavin Lee menegaskan kepercayaan diri tim menjadi kunci menghadapi lawan yang lebih diunggulkan di babak gugur.

Singapura memastikan satu tempat di semifinal Kejuaraan Sepak Bola ASEAN setelah bermain imbang 1-1 melawan Indonesia di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8). Hasil ini sekaligus mengukuhkan status The Lions sebagai tim yang sulit dikalahkan sepanjang fase grup, dengan koleksi delapan poin dari empat pertandingan.
Gol penyeimbang Ilhan Fandi pada menit ke-66 menjadi penentu kelolosan Singapura, setelah Ragnar Oratmangoen membawa Indonesia unggul lebih dulu di babak kedua. Pelatih Gavin Lee menyebut perjuangan anak asuhnya layak diapresiasi, terutama karena banyak pihak meragukan peluang mereka sejak awal turnamen.
โSaya sangat bangga dengan para pemain dan staf. Perjalanan ini tidak mudah. Bahkan sebelum turnamen dimulai, tidak ada yang memberi kami peluang di grup ini,โ ujar Lee dalam konferensi pers usai laga. โKami harus bekerja keras dan hasilnya terbayar.โ
Kapten Jacob Mahler, yang terpilih sebagai pemain terbaik, menambahkan bahwa kemenangan ini adalah buah dari kebersamaan yang dibangun sejak lama. โKami memiliki hubungan yang luar biasa satu sama lain. Kami telah melalui banyak pasang surut, dan itu membuat kami semakin dekat,โ katanya. Mahler juga menegaskan bahwa target utama tim adalah memberikan kebanggaan bagi masyarakat Singapura.
Hasil ini menempatkan Singapura sebagai runner-up Grup A di bawah Vietnam yang mengalahkan Kamboja 3-1. Dari sisi peringkat FIFA, Singapura adalah tim dengan ranking terendah di antara tiga negara Asia Tenggara yang sudah memastikan tiket Piala Asia tahun depan. Namun, Lee menilai peringkat bukanlah segalanya. โJika kami tidak percaya pada diri sendiri, tidak ada orang lain yang akan percaya,โ tegasnya.
Pelatih Indonesia, John Herdman, mengakui timnya mendominasi jalannya pertandingan, tetapi gagal memanfaatkan peluang. โKami punya cukup penguasaan bola dan kontrol, tapi terkadang dewa sepak bola tidak memberikan apa yang Anda inginkan,โ katanya. Ia juga memuji ketahanan dan organisasi permainan Singapura.
Di sisi lain, kapten Hariss Harun dinilai berperan besar dalam menjaga semangat tim. Mahler menyebut Lee dan Hariss berhasil menanamkan mentalitas pantang menyerah. โKami semua memiliki tujuan yang sama, yaitu melihat para penggemar bangga dengan tim nasional,โ ujarnya.
Konteks Indonesia: Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Garuda yang sebenarnya diunggulkan. Namun, pelatih Herdman tetap optimistis timnya bisa bangkit di pertandingan berikutnya. Sementara itu, publik Indonesia tentu berharap evaluasi cepat dilakukan agar performa tim meningkat di turnamen mendatang.
Singapura kini menunggu pemenang Grup B yang masih diperebutkan Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Thailand memimpin klasemen sementara dengan sembilan poin. Dengan modal tak terkalahkan, The Lions berpeluang melaju lebih jauh, tetapi lawan di semifinal dipastikan lebih berat. Pertanyaannya, mampukah mereka mempertahankan konsistensi dan kembali mengejutkan banyak pihak?



