Tottenham Tolak Tiga Tawaran untuk Souza, De Zerbi Yakin Pemain Muda Itu Bisa Jadi Pembeda
Baca dalam 60 detik
- Tottenham menolak tiga tawaran, termasuk dua permanen dan satu pinjaman, untuk pemain sayap muda asal Brasil, Souza, yang baru bergabung Januari lalu.
- Manajer Roberto De Zerbi menjadi pendorong utama di balik keputusan mempertahankan Souza, menilai pemain berusia 20 tahun itu punya potensi menjadi pengubah jalannya pertandingan.
- Dengan padatnya lini kiri Tottenham, Souza diprediksi mendapat menit bermain lewat kompetisi domestik, sementara masa depannya di bursa transfer musim panas masih terbuka.

Tottenham Hotspur dilaporkan telah menolak tiga tawaran untuk pemain muda asal Brasil, Souza, yang baru bergabung pada Januari lalu. Keputusan ini tak lepas dari dukungan kuat manajer Roberto De Zerbi yang meyakini pemain berusia 20 tahun itu bisa menjadi pembeda, baik sebagai starter maupun dari bangku cadangan.
Souza direkrut dari Santos dengan biaya sekitar 13 juta pound sterling sebagai investasi jangka panjang. Namun, pada musim pertamanya di Inggris, ia hanya tampil empat kali di Premier League dengan total 144 menit, termasuk satu kali menjadi starter saat melawan Liverpool pada Maret lalu. Minimnya kesempatan itu bisa dimaklumi mengingat Tottenham saat itu tengah berjuang menjauh dari zona degradasi dan sempat berganti manajer dua kali setelah kedatangannya.
Kini, situasi berubah di bawah De Zerbi. Tottenham berhasil bertahan di Premier League, dan lini kiri pertahanan mereka kian kompetitif dengan hadirnya Andy Robertson yang bergabung secara gratis setelah kontraknya di Liverpool habis. Robertson, yang kini berusia 32 tahun, memang membawa pengalaman dan kualitas umpan silang, tetapi ia lebih merupakan solusi jangka pendek. Sementara itu, Destiny Udogie yang menjadi pilihan utama kerap diganggu cedera, dan Djed Spence yang bisa bermain di posisi tersebut justru dikabarkan akan hengkang.
Di tengah persaingan itu, Souza menawarkan profil berbeda. Ia adalah pemain sayap kiri yang berani membawa bola, suka menerima umpan di area tinggi, dan punya akselerasi untuk menusuk pertahanan lawan. Meski positioning dan kemampuan bertahannya masih mentah, De Zerbi dinilai melihat potensi itu sebagai hal yang bisa diasah. Gaya bermain De Zerbi yang kerap memberi kebebasan pada full-back untuk maju membantu serangan diyakini cocok dengan karakter Souza.
Sebelumnya, kabar transfer Souza sempat menguat. Media Brasil, Globo, melaporkan Porto tengah bernegosiasi dengan nilai sekitar 17 juta pound sterling, sementara Benfica juga dikabarkan tertarik. Namun, arah berubah setelah jurnalis Spanyol, Eduardo Burgos, mengabarkan bahwa Tottenham menolak dua tawaran permanen dan satu tawaran pinjaman dari Porto. De Zerbi disebut menjadi suara paling lantang di balik keputusan mempertahankan pemain yang ia nilai bisa mengubah jalannya pertandingan dari bangku cadangan.
Keputusan Tottenham untuk menahan Souza bukan tanpa risiko. Dengan tidak adanya kompetisi Eropa musim ini, jadwal pertandingan lebih padat di kompetisi domestik, sehingga peluang bermain bagi pemain muda seperti Souza bisa datang lewat Piala FA atau Piala Liga. Namun, jika salah satu dari Spence atau Udogie hengkang sebelum bursa ditutup, jalan Souza menuju tim utama bisa semakin terbuka.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa berani mempertahankan talenta muda meski ada tawaran menggiurkan. Ini sejalan dengan tren klub-klub besar yang mulai fokus pada pengembangan pemain muda sebagai investasi jangka panjang, alih-alih mencari keuntungan finansial cepat. Souza, yang baru tujuh bulan di Inggris, masih punya banyak waktu untuk membuktikan nilai transfernya.
Pertanyaan besarnya kini: apakah De Zerbi benar-benar akan memberikan kesempatan bermain yang cukup bagi Souza di musim ini, atau justru akan kembali meminjamkannya di bursa Januari? Keputusan ini akan menentukan apakah investasi ยฃ13 juta itu akan berbuah manis atau menjadi catatan buruk lain dalam kebijakan transfer Tottenham.



