Galatasaray Siapkan Tawaran Baru untuk Leao, Milan Bertahan di Kisaran €50-60 Juta
Baca dalam 60 detik
- Klub raksasa Turki, Galatasaray, dikabarkan akan segera mengajukan penawaran baru untuk winger AC Milan, Rafael Leao, baik untuk klub maupun pemain.
- Milan menolak melepas Leao dengan status pinjaman dan mematok harga jual di kisaran €50-60 juta, jauh di bawah klausul rilis €175 juta.
- Leao, yang telah membela Milan selama tujuh musim, mengindikasikan keinginan pindah ke La Liga atau Premier League, namun belum ada tawaran resmi dari klub-klub Eropa tersebut.

Jendela transfer musim panas Eropa masih menyisakan beberapa pekan, dan salah satu saga yang paling menarik perhatian adalah masa depan Rafael Leao. Galatasaray, raksasa Liga Turki, dikabarkan tengah menyiapkan paket tawaran baru yang lebih menarik untuk memboyong winger asal Portugal itu dari AC Milan. Langkah ini muncul setelah tawaran awal mereka sebesar €35 juta ditolak mentah-mentah oleh manajemen Rossoneri.
Leao sendiri sudah sejak akhir musim 2025-26 menyampaikan sinyal kuat bahwa ia merasa saatnya pindah dari San Siro. Setelah tujuh musim membela Milan, pemain berusia 27 tahun itu menginginkan tantangan baru, idealnya di La Liga Spanyol atau Premier League Inggris. Namun, hingga saat ini, belum ada satu pun tawaran resmi yang masuk dari klub-klub di kedua liga tersebut. Situasi ini justru membuka peluang bagi klub-klub di luar dua liga top itu, termasuk Galatasaray dan Fenerbahce yang juga sempat dikaitkan.
Menurut laporan terbaru dari Calciomercato.com, Galatasaray siap mengajukan penawaran baru yang mencakup paket personal terms yang sangat menggiurkan bagi Leao. Klub asal Istanbul itu juga disebut telah memahami betul sikap keras Milan yang hanya mau melepas pemainnya dengan status transfer permanen, bukan pinjaman dengan opsi atau kewajiban beli. Milan mematok harga jual di kisaran €50 juta hingga €60 juta, angka yang masih jauh di bawah klausul rilis Leao yang mencapai €175 juta.
Penolakan Milan atas tawaran €35 juta dari Galatasaray pekan lalu menunjukkan bahwa mereka tidak akan bernegosiasi di bawah harga yang mereka anggap layak. Meski demikian, penurunan nilai pasar Leao dari klausul rilisnya yang sangat tinggi menjadi sinyal bahwa Milan realistis dan ingin segera melepas pemainnya sebelum kontraknya semakin dekat dengan masa akhir. Keputusan ini juga dipengaruhi oleh keinginan Leao untuk pindah, yang membuat Milan tidak bisa mempertahankan pemain yang tidak bahagia.
Bagi pengamat sepak bola, langkah Galatasaray ini menarik untuk dicermati. Klub asal Turki tersebut memang dikenal agresif di bursa transfer dan kerap memboyong pemain-pemain bintang Eropa. Jika berhasil mendapatkan Leao, ini akan menjadi pernyataan ambisi yang kuat bagi Liga Turki, yang belakangan semakin kompetitif dengan kehadiran banyak pemain top. Namun, tantangan terbesar Galatasaray adalah meyakinkan Leao untuk memilih bermain di Turki ketimbang menunggu tawaran dari liga yang lebih prestisius seperti Spanyol atau Inggris.
Dari perspektif Indonesia, saga transfer ini mungkin terasa jauh, tetapi memiliki relevansi tersendiri. Banyak penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti Liga Italia dan Liga Turki, dan pergerakan pemain sekelas Leao tentu menjadi sorotan. Selain itu, keberadaan pemain keturunan Indonesia di Eropa semakin banyak, sehingga dinamika transfer di liga-liga top Eropa seringkali menjadi inspirasi dan bahan diskusi hangat di kalangan suporter. Jika Galatasaray berhasil mendatangkan Leao, hal ini bisa meningkatkan daya tarik Liga Turki di mata penggemar global, termasuk Indonesia, yang selama ini lebih akrab dengan Liga Inggris, Spanyol, atau Italia.
Pertanyaan besarnya kini adalah apakah Galatasaray mampu memenuhi permintaan Milan dan meyakinkan Leao. Dengan sisa waktu yang semakin sempit, keputusan harus segera diambil. Jika tidak, Leao bisa bertahan di Milan hingga bursa transfer ditutup, dan saga ini akan berlanjut ke bursa berikutnya. Apakah Galatasaray akan berani mengeluarkan dana besar untuk mengamankan tanda tangan pemain sekaliber Leao? Atau akankah klub-klub dari Spanyol dan Inggris akhirnya bergerak? Kita tunggu saja.



