Wabah Hantavirus di Eropa: Kasus Baru Terdeteksi, Indonesia Perlu Waspada?
Baca dalam 60 detik
- Seorang wisatawan Prancis-Argentina terinfeksi hantavirus strain Andes setelah berlibur di Prancis, kini diisolasi di Spanyol.
- Kasus ini muncul setelah wabah di kapal pesiar MV Hondius yang menewaskan tiga orang, memicu kekhawatiran penularan antarmanusia.
- Para ahli sedang melacak perjalanan pasien dan mengoordinasikan respons lintas negara Eropa, sementara Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan.

Paris, 6 Agustus 2025 โ Seorang warga Prancis-Argentina dinyatakan terinfeksi hantavirus strain Andes setelah menghabiskan liburan di Prancis pada Juli lalu. Pasien kini diisolasi di Spanyol, memicu respons cepat otoritas kesehatan Prancis yang bergerak melacak seluruh riwayat perjalanannya. Meski gejala yang dialami pasien ringan dan kini telah hilang, kasus ini mengingatkan kembali pada wabah mematikan di kapal pesiar MV Hondius beberapa bulan sebelumnya.
Kementerian Kesehatan Prancis mengonfirmasi infeksi tersebut pada Kamis (6/8) dan menyatakan bahwa semua langkah telah diambil untuk menelusuri tahapan perjalanan pasien. Pertemuan para ahli digelar pada hari yang sama untuk menentukan langkah selanjutnya, sementara koordinasi tingkat Eropa tengah dibangun. Yang menjadi perhatian utama adalah strain Andes, satu-satunya varian hantavirus yang dapat menular antarmanusia, berbeda dengan strain lain yang hanya ditularkan melalui kontak dengan hewan pengerat.
Wabah hantavirus sebelumnya di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di kawasan Antartika mencatat 13 kasus dengan tiga kematian. Seorang perempuan Prancis yang tertular dalam wabah itu baru saja keluar dari perawatan intensif setelah hampir tiga bulan dirawat, dan kini dipindahkan ke pusat rehabilitasi. Ia dievakuasi pada Mei lalu dalam kondisi kritis bersama empat warga Prancis lainnya yang tidak menunjukkan gejala. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah tersebut berakhir pada awal Juli setelah pasien terakhir keluar dari karantina.
Hantavirus adalah penyakit langka yang disebarkan oleh tikus dan hewan pengerat, tanpa vaksin maupun pengobatan spesifik. Meski kasus di kapal pesiar itu menarik perhatian global, angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan puluhan ribu infeksi hantavirus yang terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya, yang sebagian besar berasal dari kontak langsung dengan hewan pengerat. Namun, kemunculan strain Andes yang dapat menular antar manusia menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena potensi penyebarannya yang lebih luas.
Bagi Indonesia, berita ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis. Meski hantavirus belum pernah dilaporkan di Indonesia, mobilitas internasional yang tinggi dan perubahan iklim dapat meningkatkan risiko masuknya penyakit ini. Otoritas kesehatan Indonesia, seperti Kementerian Kesehatan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan, perlu memperketat pengawasan terhadap wisatawan yang datang dari daerah endemis, terutama dari Eropa dan Amerika Selatan. Selain itu, edukasi tentang kebersihan dan pengendalian hewan pengerat di pelabuhan dan bandara menjadi langkah preventif yang krusial.
Para ahli virologi menilai bahwa kasus ini menunjukkan perlunya sistem surveilans global yang lebih responsif. "Kemampuan virus untuk bermutasi dan berpindah antarspesies menjadikan deteksi dini sebagai kunci," ujar seorang peneliti yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa koordinasi antarnegara seperti yang dilakukan Prancis dan Spanyol harus menjadi contoh bagi negara lain, termasuk Indonesia, dalam menghadapi potensi wabah baru.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah strain Andes akan menyebar lebih luas di Eropa atau bahkan ke Asia. Dengan musim liburan yang masih berlangsung, risiko penularan antarmanusia tetap ada. Indonesia, sebagai negara dengan lalu lintas wisatawan yang tinggi, harus siap menghadapi kemungkinan terburuk. Apakah sistem kesehatan kita cukup tangguh untuk mendeteksi dan merespons kasus serupa? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi kesiapsiagaan sejak dini adalah investasi terbaik.



