Eve Muirhead Pensiun? Tidak Lagi: Kembali demi Impian Olimpiade 2030
Baca dalam 60 detik
- Muirhead membatalkan pensiun dan akan berkompetisi di nomor ganda campuran bersama Bobby Lammie, menargetkan kualifikasi Olimpiade 2030.
- Perannya sebagai Chef de Mission di Milano-Cortina 2026 diakui sebagai pemicu kembalinya semangat juang sang atlet asal Skotlandia.
- Keputusan ini menandai babak baru bagi curling Inggris, dengan fokus pada nomor yang belum pernah ia taklukkan di panggung Olimpiade.

Eve Muirhead, peraih emas Olimpiade 2022 untuk Inggris, secara mengejutkan mengumumkan pembatalan masa pensiunnya. Atlet berusia 36 tahun itu akan kembali berkompetisi di nomor ganda campuran, berpasangan dengan Bobby Lammie, dengan target ambisius menuju Olimpiade 2030 di Pegunungan Alpen Prancis.
Keputusan ini diumumkan melalui unggahan media sosial pada Kamis (6/8). Muirhead mengaku perannya sebagai Chef de Mission (CdM) kontingen Inggris pada Olimpiade Milano-Cortina 2026 telah membangkitkan kembali api persaingan dalam dirinya. "Berdiri di samping Tim GB mengingatkan saya di mana tempat saya seharusnya berada," ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram.
Muirhead, yang pensiun setelah memimpin tim putri Inggris meraih medali emas di Beijing 2022, menyebut keputusannya ini sebagai upaya mengejar "babak terakhir" dalam karier olimpiadenya. Ia mengakui bahwa jeda dari kompetisi justru memberinya perspektif baru. "Saya sangat membutuhkan istirahat, dan saya bersyukur telah mengambilnya," tuturnya dalam pernyataan resmi di situs British Curling.
Selama tiga tahun vakum, Muirhead tidak tinggal diam. Ia menjalani peran sebagai CdM, menghadapi berbagai tantangan kepemimpinan, dan aktif mengikuti ajang kebugaran seperti HYROX dan CrossFit. Ia menilai pengalaman tersebut membuatnya lebih matang secara mental dan fisik. "Saya mungkin berada dalam kondisi kebugaran terbaik yang pernah saya miliki," klaimnya.
Keputusan Muirhead untuk fokus pada ganda campuran bukan tanpa alasan. Meski telah meraih emas di nomor beregu, ia merasa nomor ganda campuran masih menyisakan "urusan yang belum selesai". Bersama Lammie, yang dua kali meraih perak Olimpiade, keduanya pernah menjadi juara dunia ganda campuran pada 2022. Kini, pasangan ini akan memulai perjalanan panjang menuju kualifikasi Olimpiade 2030.
Fenomena kembalinya atlet pasca-pensiun sebenarnya bukan hal baru di dunia olahraga. Namun, kasus Muirhead menarik karena ia memilih nomor yang berbeda dari sebelumnya. Langkah ini menunjukkan bahwa motivasi seorang atlet tidak selalu berakhir di puncak karier, melainkan bisa berevolusi. Bagi Indonesia, kisah ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya manajemen karier atlet dan dukungan psikologis pasca-pensiun, terutama bagi atlet yang beralih ke peran non-pertandingan.
Muirhead sendiri mengakui bahwa peran sebagai CdM memberinya banyak pelajaran. "Saya harus mengambil keputusan besar dan menghadapi situasi sulit. Itu membuat saya lebih dewasa," katanya. Ia menambahkan bahwa tanpa jeda tersebut, ia tidak akan memiliki motivasi ekstra untuk kembali berkompetisi. "Saya telah melalui siklus penuh, dan itu memberi saya perspektif berbeda tentang menjadi atlet."
Dengan kembalinya Muirhead, persaingan di nomor ganda campuran curling dunia dipastikan semakin sengit. Pertanyaannya, apakah ia mampu mengulang kesuksesan di nomor yang belum pernah ia menangkan di Olimpiade? Atau justru keputusan ini akan menjadi bumerang bagi karier gemilangnya? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: semangat Muirhead untuk menulis babak terakhir dalam kariernya patut diacungi jempol.



