Kontroversi Warna Kulit Warnai WNBA: DiJonai Carrington Diusir Usai Pelanggaran Keras
Baca dalam 60 detik
- Pemain Chicago Sky, DiJonai Carrington, diusir wasit setelah melanggar keras Sophie Cunningham dan memicu perdebatan rasial di media sosial.
- Cunningham menolak mengaitkan insiden dengan isu ras, sementara liga belum memberikan sanksi tambahan atas unggahan kontroversial tersebut.
- Insiden ini menambah tensi di WNBA, dengan Caitlin Clark terbebas dari skorsing setelah technical foul-nya dianulir.

DiJonai Carrington, guard Chicago Sky, harus meninggalkan lapangan lebih cepat pada laga WNBA melawan Indiana Fever, Selasa (28/5) waktu setempat, setelah pelanggaran kerasnya terhadap Sophie Cunningham dinaikkan statusnya menjadi flagrant two. Kejadian ini langsung memicu kontroversi ketika Carrington mengunggah kata "WHITE PRIVILIGE" di platform Threads, menambah panas atmosfer pertandingan yang sudah sarat emosi.
Insiden bermula pada kuarter pertama saat Cunningham mencoba layup dari sisi kanan. Carrington, yang baru masuk dari bangku cadangan, secara tidak sengaja mengenai kepala Cunningham dengan lengannya. Cunningham sempat jatuh, namun segera bangkit dan berusaha mendekati Carrington sebelum rekan setimnya melerai. Wasit meninjau ulang dan memutuskan pelanggaran tersebut layak mendapat hukuman flagrant two, yang otomatis mengusir Carrington dari pertandingan. Saat itu, Carrington baru mencetak delapan poin dalam empat menit bermain.
Setelah keluar lapangan, Carrington menulis di Threads dengan menandai akun Indiana Fever. Unggahan itu sontak menjadi perbincangan, terutama karena Cunningham belakangan kerap menjadi sorotan akibat pernyataannya tentang atlet transgender di olahraga wanita. Namun, Cunningham menegaskan bahwa insiden ini murni soal pelanggaran keras, bukan masalah ras. "Tahun lalu saya juga melakukan hal yang sama dan diusir, dan saya pantas menerimanya. Tidak ada alasan untuk memainkan kartu itu," ujarnya usai pertandingan yang dimenangkan Fever 90-86.
Pelatih Chicago Sky, Tyler Marsh, mengaku baru mengetahui unggahan tersebut dan menyatakan akan menanganinya secara internal. Sementara itu, pelatih Fever, Stephanie White, menilai pelanggaran Carrington tidak disengaja, tetapi tetap berbahaya. Wasit Maj Forsberg menjelaskan bahwa reaksi Cunningham dianggap wajar mengingat kerasnya kontak yang diterimanya, sehingga ia tidak mendapat hukuman tambahan.
Kontroversi ini menambah daftar panjang drama di WNBA musim ini, yang juga melibatkan bintang Fever, Caitlin Clark. Clark sempat menerima technical foul pada kuarter ketiga setelah bertabrakan dengan wasit, namun hukuman itu dianulir setelah pertandingan. Jika tidak, ia akan terkena skorsing otomatis karena akumulasi delapan technical foul.
Bagi pengamat olahraga di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat bahwa tensi di liga profesional Amerika tidak hanya soal performa, tetapi juga isu sosial yang sensitif. Meski WNBA bukan liga yang populer di Tanah Air, dinamika seperti ini kerap menjadi pelajaran tentang bagaimana atlet harus menjaga sikap di media sosial. Pertanyaan besarnya: akankah liga mengambil tindakan tegas terhadap Carrington, atau membiarkan kasus ini meredup dengan sendirinya? Keputusan WNBA dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah insiden ini menjadi preseden atau sekadar gosip sesaat.



