Murakami Kian Garang: Home Run ke-26 Bawa White Sox Hentikan Tren Buruk
Baca dalam 60 detik
- Munetaka Murakami mencetak home run kedua beruntun, total 26 musim ini, mengantarkan White Sox menang 6-3 atas Guardians.
- Kemenangan ini memutus rekor empat kekalahan beruntun White Sox dan memperlebar jarak di puncak divisi menjadi tiga game.
- Di laga lain, Dodgers mengakhiri tujuh kekalahan beruntun berkat RBI Ohtani di inning ke-10, dengan Yamamoto tampil impresif tanpa keputusan.

Home run kedua beruntun dari Munetaka Murakami menjadi pembeda saat Chicago White Sox membalikkan keadaan dan menundukkan Cleveland Guardians 6-3, Sabtu (9/8) waktu setempat. Kemenangan ini sekaligus memutus rekor empat kekalahan beruntun tim, sekaligus mempertegas posisi puncak divisi yang sempat terancam.
Sempat tertinggal 2-0 sejak inning keenam, White Sox membalas dengan lima run di paruh bawah inning yang sama. Murakami, yang sebelumnya juga homer di laga sebelumnya, melontarkan bola ke arah lapangan kanan yang sempat membentur tiang foul. Pelari asal Jepang itu mengaku sudah membaca lemparan Gavin Williams, starter Guardians, setelah dua fastball sebelumnya luput dari ayunannya.
"Saya pikir itu home run. Saya melihat dua fastball, dan karena saya membiarkan lemparan kedua yang seharusnya bisa dipukul, saya mengayun dengan pikiran mungkin akan ada lagi," ujar Murakami seperti dikutip Kyodo. Ia juga menambahkan bahwa dirinya kini lebih sering menghadapi pelempar dengan kecepatan tinggi dibanding di Jepang, dan merasa sedang berkembang sebagai pemain.
Selain homernya, Murakami juga menunjukkan ketajaman defensif dengan refleks menangkap bola di posisi first base untuk mengamankan kemenangan. Catatan 1-for-3 dengan satu walk melengkapi penampilannya yang solid. Hasil ini membuat keunggulan White Sox di puncak klasemen kembali melebar menjadi tiga game atas Guardians dan Minnesota Twins.
Di laga MLB lainnya, Los Angeles Dodgers akhirnya tersenyum setelah memutus rekor tujuh kekalahan beruntun. Shohei Ohtani menjadi pahlawan dengan memukul grounder yang mengarah ke kanan pada inning kesepuluh, memaksa baseman pertama Arizona, Tim Tawa, untuk menyelam. Ohtani yang berlari kencang berhasil mengalahkan lemparan Tawa ke base pertama, membawa pulang run penentu kemenangan 2-1.
Sementara itu, ace Dodgers, Yoshinobu Yamamoto, tampil impresif dengan melempar 5 2/3 inning tanpa kebobolan, mencatatkan enam strikeout, tiga hit, dan tiga walk. Namun ia tidak mendapat keputusan karena skor masih imbang saat ia meninggalkan gundukan. Penampilan ini menegaskan kedalaman rotasi Dodgers yang mulai pulih dari badai cedera.
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, performa konsisten Murakami dan Ohtani menjadi tontonan menarik, mengingat keduanya adalah ikon global yang kerap menjadi sorotan. Keberhasilan mereka di MLB tidak hanya mengharumkan nama Asia, tetapi juga menginspirasi generasi muda di kawasan, termasuk Indonesia, untuk menekuni olahraga ini. Dengan musim reguler yang masih panjang, pertanyaan besarnya adalah: akankah kedua bintang ini mampu mempertahankan konsistensi dan membawa timnya melaju jauh ke postseason?



