Le Court Bangkit dari Insiden Mekanis, Rebut Etape Enam Tour de France Femmes
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Mauritius, Kimberley Le Court, memenangi etape keenam setelah sempat berganti sepeda akibat masalah mekanis dan terjatuh di awal balapan.
- Marlen Reusser dari Swiss mempertahankan jersey kuning dengan keunggulan 12 detik atas Demi Vollering menjelang etape pamungkas yang menantang.
- Etape ketujuh yang dijuluki 'etape ratu' akan berakhir di puncak Mont Ventoux, menguji kemampuan para pendaki dan berpotensi mengubah klasemen.

Kimberley Le Court membuktikan mental juaranya dengan memenangi etape keenam Tour de France Femmes, Kamis (17/7), meski sempat mengalami insiden mekanis dan terjatuh di awal balapan. Pembalap asal Mauritius ini menyelesaikan rute sepanjang 153,4 kilometer dari Montbrison ke Tournon-sur-Rhone dalam waktu 4 jam 1 menit 48 detik, mengungguli sprinter Prancis Cedrine Kerbaol di garis finis.
Kemenangan ini menjadi yang kedua bagi Le Court di ajang Tour de France Femmes setelah sukses di etape kelima tahun lalu. Namun, perjalanan menuju podium juara tidaklah mulus. Ia harus berganti sepeda hanya 15 kilometer sebelum finis karena masalah teknis, setelah sebelumnya terlibat insiden jatuh di awal etape. Tim AG Insurance-Soudal bergerak cepat mengganti kendaraannya, dan Le Court mampu kembali ke rombongan utama sebelum tanjakan terakhir.
Momen krusial terjadi saat Le Court bergabung dengan kelompok delapan pembalap yang memimpin lomba sekitar 10 kilometer menjelang finis. Meski kelelahan setelah mengejar ketertinggalan sendirian, ia masih memiliki tenaga untuk melancarkan sprint pada 300 meter terakhir. "Saya benar-benar kelelahan, berada di ambang batas. Saya tidak percaya masih punya tenaga untuk sprint," ujarnya seusai balapan, seperti dikutip media internasional.
Di sisi lain, persaingan menuju gelar juara umum semakin memanas. Marlen Reusser dari tim Movistar berhasil mempertahankan jersey kuning dengan keunggulan tipis 12 detik atas Demi Vollering dari Belanda. Selisih yang sangat sempit ini membuat etape ketujuh yang akan digelar Jumat (18/7) menjadi penentu. Etape yang dijuluki 'etape ratu' ini menempuh jarak 146,8 kilometer dari La Voulte-sur-Rhone dan berakhir di puncak legendaris Mont Ventoux, salah satu tanjakan paling ikonik dalam dunia balap sepeda.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, ajang ini menjadi tontonan menarik karena semakin kompetitif. Meski belum ada pembalap Asia Tenggara yang tampil di level ini, perkembangan Le Court yang berasal dari negara berkembang seperti Mauritius bisa menjadi inspirasi. Ia membuktikan bahwa dengan dukungan tim yang solid dan tekad kuat, pembalap dari negara non-tradisional pun bisa bersaing di panggung tertinggi.
Melihat klasemen sementara, selain Reusser dan Vollering, nama-nama seperti Kasia Niewiadoma (Polandia) yang tertinggal 1 menit 17 detik, serta Elisa Longo Borghini (Italia) dengan defisit 2 menit 28 detik, masih berpeluang mengancam. Namun, Mont Ventoux dikenal sebagai tanjakan kejam yang kerap merubah peta persaingan. Pertanyaannya, akankah Reusser mampu bertahan, atau justru Vollering yang akan merebut jersey kuning di penghujung balapan?



