Enam Kota Kanal Eropa Selain Venesia dan Amsterdam: Alternatif Liburan Tanpa Keramaian
Baca dalam 60 detik
- Haarlem, Ghent, Aveiro, Hamburg, Strasbourg, dan Livorno menawarkan pesona kanal Eropa tanpa menghadapi masalah overtourism seperti di Venesia atau Amsterdam.
- Kota-kota ini menyuguhkan perpaduan unik antara sejarah, arsitektur, dan kuliner lokal, menjadikannya destinasi ideal bagi wisatawan yang mencari pengalaman otentik.
- Dengan akses transportasi yang mudah dari kota-kota besar, keenam kota ini berpotensi menjadi alternatif populer bagi turis Indonesia di masa depan.

Venesia dan Amsterdam mungkin menjadi ikon kota kanal Eropa, namun keduanya justru tengah bergulat dengan masalah pariwisata berlebih yang menggerus kualitas hidup warga dan pengalaman wisatawan. Di tengah situasi itu, sejumlah kota kanal lain di Eropa menawarkan alternatif yang tak kalah memikat, lengkap dengan sejarah, arsitektur, dan kuliner khas yang siap dieksplorasi tanpa harus berdesakan dengan puluhan juta turis setiap tahunnya.
Amsterdam, misalnya, mencatatkan kunjungan lebih dari 20 juta wisatawan per tahun, sementara Venesia bahkan sempat memberlakukan biaya masuk untuk membatasi arus pengunjung. Kondisi ini mendorong para pelancong untuk mencari pengalaman serupa di kota-kota yang lebih tenang. Enam kota berikut—Haarlem, Ghent, Aveiro, Hamburg, Strasbourg, dan Livorno—menghadirkan daya tarik kanal yang autentik, masing-masing dengan karakter dan atmosfer yang berbeda.
Haarlem, yang hanya berjarak 20 menit naik kereta dari Amsterdam, sering disebut sebagai "Amsterdam mini" karena kemiripan arsitekturnya. Namun, suasana di sini jauh lebih santai. Pengunjung dapat menyusuri kanal sambil menikmati pemandangan kincir angin bersejarah dan gerbang kota kuno Amsterdamse Poort. Sementara itu, Ghent di Belgia menawarkan perpaduan menakjubkan antara masa lalu dan masa kini. Kota yang sebagian besar bebas kendaraan ini memiliki kastil abad pertengahan Gravensteen dan tiga beguinage yang tenang, namun juga dikenal sebagai pelopor seni jalanan dengan deretan toko vintage yang menarik.
Di Portugal, Aveiro menyuguhkan nuansa Venesia dengan sentuhan lokal. Perahu-perahu berwarna cerah yang disebut moliceiros, yang dulunya digunakan untuk memanen rumput laut, kini menjadi sarana wisata menyusuri kanal. Kota ini juga memanjakan mata dengan arsitektur Art Nouveau dan ubin azulejos yang menghiasi stasiun kereta. Jangan lewatkan ovos moles, manisan khas berbahan kuning telur dan gula yang legit. Sementara itu, Hamburg di Jerman menawarkan labirin kanal yang mengalir dari Sungai Elbe dan Alster. Landmark seperti Elbphilharmonie yang akan merayakan ulang tahun ke-10 pada Januari mendatang, serta kawasan gudang Speicherstadt yang masuk UNESCO, menjadi daya tarik utama. Tur perahu atau naik Ferry No. 62 selama 30 menit bisa menjadi cara santai menikmati keindahan kota.
Strasbourg, yang berada di perbatasan Jerman-Prancis, memiliki warisan budaya yang kaya. Grande Ile, jantung kota yang dikelilingi dua cabang Sungai Ill, memancarkan pesona abad pertengahan dengan Katedral Gotiknya yang megah. Kawasan Petite France dengan rumah-rumah setengah kayu dari abad ke-16 dan 17 serta aliran air yang berkelok-kelok menciptakan suasana seperti dongeng. Terakhir, Livorno di Italia mungkin kurang dikenal dibanding kota-kota Tuscany lainnya, namun kota pelabuhan ini menawarkan pesona tersendiri. Terrazza Mascagni dengan teras hitam-putihnya yang ikonik, funikular bersejarah menuju Sanctuary of Montenero, serta sejarah politik progresifnya menjadikan Livorno destinasi yang menarik untuk dijelajahi.
Bagi wisatawan Indonesia, tren pencarian destinasi Eropa yang lebih personal dan tidak terlalu ramai semakin meningkat. Kota-kota kanal alternatif ini menawarkan pengalaman yang lebih intim dan otentik, jauh dari hiruk-pikuk turis massal. Dengan konektivitas kereta yang baik dan biaya yang relatif lebih terjangkau dibanding Venesia atau Amsterdam, kota-kota ini layak menjadi pertimbangan dalam rencana liburan berikutnya. Apakah Anda siap menjelajahi sisi Eropa yang lebih tenang dan penuh kejutan?



