Miho Takagi Raih Penghargaan Kehormatan Rakyat Jepang: Legenda Speed Skating yang Menginspirasi
Baca dalam 60 detik
- Miho Takagi, peraih 10 medali Olimpiade, dianugerahi People's Honor Award oleh Perdana Menteri Jepang, menjadi atlet speed skating pertama yang menerima penghargaan ini.
- Pensiun di usia 32 tahun setelah empat Olimpiade, Takagi meninggalkan rekor dunia 1.500 meter dan 38 kemenangan Piala Dunia, menegaskan dominasinya di kancah internasional.
- Penghargaan ini tidak hanya mengakui prestasi olahraga, tetapi juga simbol harapan bagi masyarakat Jepang, sekaligus menjadi inspirasi bagi atlet muda, termasuk di Indonesia.

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, secara resmi menganugerahkan People's Honor Award kepada Miho Takagi, legenda speed skating yang telah mengukir sejarah dengan 10 medali Olimpiade. Upacara penghargaan yang berlangsung di kantor PM di Tokyo, Selasa (4/8/2026), ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya penghargaan prestisius tersebut diberikan kepada seorang atlet speed skating.
Takagi, yang baru saja mengumumkan pensiun pada April lalu, mengaku merasa terhormat dan rendah hati menerima penghargaan ini. "Saya menerimanya bukan hanya sebagai individu, tetapi sebagai perwakilan dari olahraga speed skating," ujarnya kepada wartawan setelah upacara. Baginya, penghargaan ini adalah buah dari kerja keras dan dedikasi yang telah ia curahkan selama lebih dari satu dekade.
Karier gemilang Takagi dimulai saat ia masih berusia 15 tahun, ketika pertama kali tampil di Olimpiade Vancouver 2010. Empat edisi Olimpiade kemudian, ia berhasil mengumpulkan dua medali emas, empat perak, dan empat perunggu. Dua emasnya diraih pada nomor pursuit beregu putri di Pyeongchang 2018 bersama kakaknya, Nana, serta nomor 1.000 meter di Beijing 2022. Pada Olimpiade Milan-Cortina 2026, ia menambah tiga medali perunggu di nomor 500 meter, 1.000 meter, dan pursuit beregu.
Di luar Olimpiade, Takagi juga mendominasi kancah internasional dengan 38 kemenangan di Piala Dunia dan memegang rekor dunia untuk nomor 1.500 meter putri. Prestasi ini menjadikannya atlet putri Jepang paling sukses sepanjang sejarah, baik di Olimpiade musim dingin maupun musim panas. PM Takaichi dalam pidatonya menyebut Takagi telah "mencapai prestasi bersejarah, memberi mimpi dan inspirasi bagi masyarakat di seluruh negeri, serta membawa harapan dan keberanian bagi masyarakat."
Menariknya, Takagi juga menerima hadiah unik berupa satu set 10 pisau dapur berukir namanya. Ia mengaku ingin hadiah tersebut karena kini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah orang tuanya dan berharap pisau itu menjadi "kesempatan untuk memasak bersama." Hal ini menunjukkan sisi personal dari sang juara, yang tetap rendah hati meski telah meraih segudang prestasi.
Bagi Indonesia, pencapaian Takagi menjadi pengingat bahwa kerja keras dan konsistensi dapat mengantarkan seseorang ke puncak dunia. Meski Indonesia belum memiliki tradisi kuat di olahraga musim dingin, kisah Takagi bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia untuk mengejar mimpi, baik di kancah regional maupun global. Terlebih, dengan semakin berkembangnya olahraga es di Asia Tenggara, bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia akan melahirkan atlet serupa.
People's Honor Award sendiri telah diberikan sejak 1977 kepada 28 individu dan satu kelompok atas kontribusi mereka di bidang olahraga, hiburan, dan budaya. Penerima terakhir sebelum Takagi adalah petenis kursi roda Shingo Kunieda pada Maret 2023. Dengan pensiunnya Takagi, pertanyaannya kini adalah: siapa yang akan meneruskan estafet kejayaan speed skating Jepang, dan mungkinkah Indonesia suatu hari nanti memiliki atlet dengan dedikasi dan prestasi serupa?



