Dua Ganda Campuran Indonesia Mundur dari Kejuaraan Dunia di Tengah Investigasi Dugaan Pengaturan Skor
Baca dalam 60 detik
- PBSI menarik dua pasangan ganda campuran dari Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026, memicu spekulasi terkait penyelidikan BWF atas dugaan pelanggaran integritas.
- Langkah ini diambil saat BWF tengah melakukan proses yudisial independen terhadap sejumlah pemain Indonesia, meski PBSI belum mengonfirmasi keterkaitan langsung.
- Keputusan ini berpotensi memengaruhi citra bulu tangkis Indonesia di kancah internasional dan menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan internal PBSI.

Dua pasangan ganda campuran andalan Indonesia dipastikan batal tampil di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026. Langkah ini diambil di tengah penyelidikan Badan Bulu Tangkis Dunia (BWF) atas dugaan pengaturan skor yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. Keputusan tersebut memicu spekulasi di kalangan penggemar dan pengamat, meskipun belum ada konfirmasi resmi yang mengaitkan kedua pasangan dengan kasus tersebut.
Pasangan peringkat 13 dunia, Jafar Hidayatullah-Felisha Pasaribu, dan Adnan Maulana-Indah Cahya Sari Jamil, secara resmi ditarik dari skuad Indonesia untuk Kejuaraan Dunia. Sekretaris Jenderal Asosiasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI), Ricky Soebagdja, dalam pernyataannya menyebut penarikan ini sebagai bagian dari penyesuaian komposisi tim. Namun, ia tidak merinci alasan di balik perubahan tersebut, hanya menegaskan bahwa PBSI menghormati proses hukum yang sedang berjalan di BWF.
Menurut Soebagdja, keputusan ini diambil untuk memastikan seluruh proses administratif dan partisipasi atlet dalam turnamen internasional sesuai dengan regulasi yang berlaku. Ia juga menekankan bahwa PBSI mendukung penuh mekanisme yang diterapkan BWF untuk menjaga integritas bulu tangkis, sembari menghormati independensi proses peradilan yang tengah berlangsung. PBSI memilih bungkam dan meminta semua pihak menahan diri dari spekulasi hingga panel independen BWF mengeluarkan putusan.
Penarikan Adnan-Indah terjadi lebih dulu pada 13 Juli, disusul Jafar-Felisha pada 29 Juli. Meski kehilangan dua pasangan, Indonesia masih akan diwakili dua ganda campuran lain di Kejuaraan Dunia, yakni Amri Syahnawi-Nita Violina Marwah dan Rehan Kusharjanto-Gloria Widjaja yang dipromosikan dari daftar cadangan.
Kasus ini menjadi sorotan tajam karena menimpa salah satu kekuatan utama bulu tangkis dunia. Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai kiblat bulu tangkis, kini menghadapi ujian kredibilitas di pentas internasional. Pengamat olahraga menilai langkah PBSI menarik pemainnya adalah upaya untuk menunjukkan komitmen terhadap kebersihan olahraga, sekaligus melindungi nama baik atlet yang belum tentu bersalah. Namun, di sisi lain, keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang seberapa dalam pengawasan internal PBSI terhadap para atletnya.
BWF sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus ini. Namun, proses peradilan independen yang berjalan menunjukkan bahwa federasi internasional tersebut serius dalam memberantas praktik curang. Jika terbukti bersalah, para pemain yang terlibat bisa menghadapi sanksi berat, mulai dari larangan bertanding hingga pencabutan gelar. Sebaliknya, jika tidak terbukti, reputasi mereka bisa tercoreng meski sudah ditarik dari turnamen besar.
Bagi Indonesia, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya tata kelola yang transparan dalam olahraga. Ke depan, PBSI perlu memperkuat sistem pengawasan dan pendidikan anti-pengaturan skor bagi para atletnya. Pertanyaan besarnya, apakah langkah ini cukup untuk memulihkan kepercayaan publik dan internasional terhadap bulu tangkis Indonesia? Hanya waktu yang akan menjawab, seiring berjalannya proses hukum di BWF.



