Berebut Disasi: Palace Siap Menyalip West Ham di Menit Akhir
Baca dalam 60 detik
- West Ham telah mencapai kesepakatan prinsip dengan Chelsea untuk Disasi, namun pemain meminta waktu sebelum memutuskan.
- Crystal Palace, yang kehilangan dua bek tengah utama, kini mengajukan tawaran untuk merebut tanda tangan Disasi.
- Persaingan ketat ini menyoroti dinamika transfer bek tengah di Premier League dan dampaknya bagi klub-klub yang berlaga di Eropa.

Bursa transfer musim panas kembali memanas. Crystal Palace dikabarkan siap menyalip West Ham United dalam perburuan bek tengah asal Prancis, Axel Disasi. Langkah ini menjadi respons cepat atas kepergian dua pilar pertahanan mereka dalam tujuh bulan terakhir, meninggalkan lubang besar di lini belakang yang harus segera ditambal.
Marc Guehi telah lebih dulu hengkang ke Manchester City pada Januari lalu, disusul Maxence Lacroix yang pindah ke Chelsea pekan ini dengan nilai transfer mencapai 52 juta poundsterling. Kepergian Lacroix, yang selama ini menjadi andalan di sisi kanan formasi tiga bek Palace, memaksa manajer anyar Pierre Sage untuk bergerak cepat. Sage, yang menggantikan Oliver Glasner, dipercaya akan mempertahankan skema tiga bek yang telah mengantar Palace meraih tiga trofi.
Disasi, yang kini berusia 28 tahun, bukanlah nama asing di pentas sepak bola Eropa. Ia mencuri perhatian saat bermain untuk Reims dan Monaco, sebelum akhirnya diboyong Chelsea pada 2023 dengan banderol sekitar 38 juta poundsterling. Kekuatan fisik, kemampuan duel udara, dan agresivitasnya dalam bertahan mengantarnya masuk skuad Prancis di Piala Dunia 2022. Namun, kariernya di Chelsea tidak semulus yang dibayangkan. Meski tampil 44 kali dan mencetak tiga gol di musim pertamanya, ia mulai tersingkir seiring pergantian manajer dan perombakan lini belakang The Blues.
Setelah dipinjamkan ke Aston Villa pada paruh kedua musim lalu, Disasi kembali ke Chelsea dan mendapati dirinya tidak masuk rencana Enzo Maresca. Ia bahkan sempat berlatih terpisah dari skuad utama sebelum akhirnya dipinjamkan ke West Ham pada Februari. Di sana, ia tampil impresif dengan 17 penampilan dan satu gol, membantu West Ham yang sedang berjuang menghindari degradasi. Meski pada akhirnya West Ham harus terdegradasi, performa Disasi cukup meyakinkan klub untuk menjadikannya bagian dari rencana promosi.
Menurut jurnalis Chelsea yang kredibel, Simon Phillips, West Ham telah mencapai kesepakatan prinsip dengan Chelsea untuk transfer permanen. Kesepakatan dengan pemain pun dikabarkan sudah hampir bulat, termasuk klausul yang memungkinkan Disasi hengkang jika West Ham gagal kembali ke Premier League. Namun, Disasi dikabarkan meminta waktu sebelum mengambil keputusan final. Hal ini membuka peluang bagi klub lain, dan Crystal Palace pun bergerak cepat.
Jurnalis asal Prancis, Fabrice Hawkins, melaporkan bahwa Palace sedang menyiapkan tawaran untuk Disasi dan menjadikannya prioritas utama pengganti Lacroix. Pembicaraan antara kedua klub London tersebut pun telah dimulai. Palace menawarkan daya tarik berupa kepastian bermain di Premier League, tempat di lini belakang yang sedang dibangun ulang oleh Sage, serta kesempatan berlaga di Liga Europa setelah sukses menjuarai Conference League. Selain Palace, klub-klub asal Italia juga dikabarkan masih memantau situasi ini.
Bagi Chelsea, menjual Disasi adalah langkah logis untuk mengurangi kelebihan pemain di lini belakang, terutama setelah mendatangkan Lacroix dan melepas Trevoh Chalobah ke Como. Sementara itu, Palace memiliki dana segar dari penjualan Lacroix, kebutuhan mendesak, dan skema permainan yang cocok untuk Disasi. Di sisi lain, West Ham mengandalkan hubungan baik dan kesepakatan yang sudah hampir final.
Keputusan kini berada di tangan Disasi. Akankah ia kembali ke West Ham, klub yang membantunya memulihkan reputasi, atau memilih bertahan di Premier League bersama Palace yang sedang membangun kembali? Persaingan ini tidak hanya menentukan masa depan sang pemain, tetapi juga memberikan gambaran tentang strategi klub-klub Inggris dalam memanfaatkan bursa transfer untuk memperkuat lini pertahanan mereka.



