Trevoh Chalobah Resmi ke Como: Chelsea Kantongi €30 Juta, Bek Inggris Siap Perkuat Tim Asuhan Fabregas
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan transfer Trevoh Chalobah dari Chelsea ke Como mencapai kata sepakat dengan nilai pokok €30 juta plus bonus hingga €6 juta.
- Bek berusia 27 tahun itu dijadwalkan menjalani tes medis di Italia pada Rabu malam atau Kamis pagi, setelah Inter Milan mundur dari persaingan.
- Kedatangan Chalobah menjadi sinyal ambisi Como yang musim depan tampil perdana di Liga Champions, sekaligus ujian bagi Cesc Fabregas sebagai pelatih.

Como akhirnya memenangkan perburuan bek tengah Trevoh Chalobah. Klub promosi Liga Champions itu sepakat membayar Chelsea €30 juta, plus bonus kinerja yang bisa menambah nilai transfer hingga €6 juta. Kesepakatan ini mengakhiri negosiasi yang berlarut-larut selama berminggu-minggu, sekaligus menegaskan ambisi Como untuk bersaing di level tertinggi Eropa.
Menurut laporan Sky Sport Italia, Chalobah dijadwalkan tiba di Italia untuk menjalani tes medis pada Rabu malam atau Kamis pagi. Jika semua berjalan lancar, pemain jebolan akademi Chelsea itu akan segera dipresentasikan sebagai rekrutan anyar Como. Nilai transfer ini menjadi yang terbesar dalam sejarah klub yang baru dua musim lalu masih berlaga di Serie B.
Negosiasi sebenarnya sempat alot karena Chelsea bersikukuh mematok harga €30 juta sebagai biaya tetap. Inter Milan yang sempat dikaitkan pun memilih mundur setelah kedua klub Serie A itu sepakat untuk tidak saling sikut dalam perburuan pemain yang sama. Langkah itu membuka jalan bagi Como untuk mengajukan tawaran yang sesuai permintaan Chelsea.
Selain bonus €6 juta yang terkait penampilan, kesepakatan ini juga memuat klausul bagi hasil penjualan di masa depan. Artinya, Chelsea masih akan mendapat keuntungan tambahan jika suatu saat Como menjual Chalobah ke klub lain. Struktur seperti ini menunjukkan kecerdikan kedua klub dalam merancang transfer yang saling menguntungkan.
Chalobah bukan nama asing di sepak bola Inggris. Ia sempat menjadi bagian skuad Timnas Inggris yang meraih medali perunggu di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Pengalaman bermain di level internasional itu menjadi nilai tambah yang membuat Como berani menggelontorkan dana besar.
Perjalanan karier Chalobah juga cukup berliku. Setelah menembus tim utama Chelsea, ia sempat dipinjamkan ke sejumlah klub seperti Ipswich Town, Huddersfield Town, Lorient, dan Crystal Palace. Pengalaman di berbagai liga itu membentuknya menjadi bek yang tangguh dan adaptif, kualitas yang sangat dibutuhkan Como untuk menghadapi padatnya jadwal Liga Champions.
Bagi sepak bola Indonesia, transfer ini bisa menjadi pelajaran berharga. Klub-klub seperti Persib Bandung atau Persija Jakarta yang mulai berani memboyong pemain asing berkualitas bisa meniru strategi Como: mencari pemain yang masih berada di puncak performa, bukan sekadar pemain yang sudah melewati masa jayanya. Como membuktikan bahwa dengan manajemen yang tepat, klub berstatus kuda hitam pun bisa bersaing di kancah Eropa.
Kehadiran Chalobah juga akan menambah daya saing di lini belakang Como. Di bawah asuhan Cesc Fabregas, Como menunjukkan perkembangan pesat. Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu berhasil membawa tim promosi ini tampil mengejutkan di Serie A dan akhirnya mengamankan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Kini, Fabregas mendapat amunisi baru yang diharapkan bisa memperkokoh pertahanan timnya.
Dengan selesainya transfer ini, pertanyaan besarnya adalah bagaimana Chalobah akan beradaptasi dengan gaya bermain Fabregas yang mengedepankan penguasaan bola dan pressing ketat. Akankah ia langsung menjadi pilihan utama di lini belakang, atau butuh waktu untuk menyesuaikan diri? Yang jelas, Como tidak main-main dalam membangun skuad untuk musim depan, dan kedatangan Chalobah menjadi bukti nyata ambisi mereka.



