Starbucks dan Pop Mart Rilis Koleksi Molly: Minuman Spesial hingga Payung Lipat
Baca dalam 60 detik
- Kolaborasi Starbucks dan Pop Mart merilis minuman serta merchandise edisi terbatas bertema Molly di Singapura.
- Minuman Strawberry & Cream Frappuccino dijual S$9,50, hanya ukuran Grande, dan hadir dengan gelas khusus Molly.
- Koleksi ini juga tersedia secara online melalui LazMall dan ShopeeMall, menarik minat kolektor di Asia Tenggara.

Starbucks dan Pop Mart mengumumkan kolaborasi terbatas yang menggabungkan budaya kopi dengan fenomena karakter koleksi, meluncurkan minuman serta rangkaian merchandise bertema Molly untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-20. Langkah ini menyasar para penggemar setia Molly di Singapura, sekaligus memperkuat posisi kedua merek di pasar ritel Asia Tenggara yang semakin kompetitif.
Kolaborasi ini hadir hanya beberapa hari setelah Pop Mart membuka Pop Bakery, toko roti bertema karakter di Singapura, menunjukkan agresivitas ekspansi perusahaan mainan asal China tersebut. Kini, penggemar Molly dapat menikmati Strawberry & Cream Frappuccino Blended Beverage seharga S$9,50, yang memadukan potongan stroberi dengan susu full-cream, diberi topping whipped cream rasa stroberi dan stroberi kering beku. Minuman ini hanya tersedia dalam ukuran Grande dan disajikan dalam gelas khusus bergambar Molly, menambah nilai koleksi bagi pembeli.
Selain minuman, Starbucks juga merilis perlengkapan minum dan aksesori lifestyle edisi terbatas, termasuk tumbler stainless steel, mug, dan payung lipat. Setiap pembelian minimal S$15, termasuk minuman Molly, akan mendapatkan lembar stiker gratis bergambar Molly. Penawaran ini berlaku mulai Senin, 3 Agustus, di gerai Starbucks dan platform online, termasuk LazMall dan ShopeeMall, memperluas jangkauan ke penggemar di berbagai negara.
Bagi penggemar di Indonesia, kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa tren merchandise karakter semakin diminati di kawasan ini. Pop Mart sendiri telah memiliki basis penggemar yang kuat di Indonesia, dan kolaborasi dengan merek global seperti Starbucks berpotensi memicu permintaan serupa di pasar domestik. Meski belum ada konfirmasi mengenai peluncuran di Indonesia, sejarah menunjukkan bahwa produk edisi terbatas sering kali menjadi buruan kolektor yang rela membayar lebih untuk mendapatkan item langka.
Langkah ini juga mencerminkan strategi kolaborasi lintas industri yang semakin umum, di mana merek F&B dan mainan saling memanfaatkan basis penggemar masing-masing. Bagi Starbucks, kolaborasi semacam ini membantu menarik konsumen muda yang gemar mengoleksi merchandise, sementara bagi Pop Mart, ini adalah cara efektif untuk memperluas eksposur karakter di luar mainan blind box. Analis ritel menilai bahwa kolaborasi semacam ini tidak hanya meningkatkan penjualan jangka pendek, tetapi juga memperkuat loyalitas merek dalam jangka panjang.
Kehadiran produk ini di platform e-commerce seperti LazMall dan ShopeeMall menunjukkan pentingnya saluran digital dalam menjangkau konsumen di Asia Tenggara, terutama di tengah kebiasaan belanja online yang terus meningkat. Bagi kolektor di Indonesia, kemungkinan untuk mendapatkan produk ini melalui platform tersebut menjadi peluang, meskipun biaya pengiriman dan ketersediaan stok menjadi pertimbangan.
Ke depannya, apakah kolaborasi serupa akan merambah pasar Indonesia? Dengan antusiasme penggemar Pop Mart yang besar di tanah air, bukan tidak mungkin Starbucks Indonesia akan menghadirkan produk serupa, mengingat tren global yang sering kali diikuti oleh pasar lokal. Pertanyaannya, seberapa cepat merek-merek ini merespons permintaan pasar yang terus berkembang?



