Jenazah Pendaki Legendaris Nirmal Purja Ditemukan di Broad Peak: Duka Dunia Pendakian
Baca dalam 60 detik
- Tim penyelamat berhasil mengevakuasi jenazah Nirmal Purja dari ketinggian 5.700 meter di Broad Peak, Pakistan, setelah longsoran salju dahsyat menewaskan seluruh anggota ekspedisinya.
- Peristiwa ini menandai salah satu tragedi terburuk dalam sejarah pendakian Himalaya, dengan total sepuluh pendaki internasional kehilangan nyawa, termasuk warga negara Oman, Nepal, dan Amerika Serikat.
- Kecelakaan ini memicu evaluasi ulang protokol keselamatan ekspedisi gunung berisiko tinggi, terutama di tengah perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi longsoran salju.

Tim penyelamat Pakistan akhirnya menemukan dan mengevakuasi jenazah pendaki legendaris Nirmal Purja, yang tewas bersama sembilan rekannya dalam longsoran salju dahsyat di Broad Peak, Pakistan utara, pekan ini. Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Alpine Club of Pakistan melalui pernyataan resmi yang dirilis Minggu (3/8/2026).
Nirmal Purja, pendaki asal Inggris-Nepal berusia 43 tahun yang dikenal dengan julukan 'Nims Dai', memimpin ekspedisi internasional yang terdiri dari sepuluh anggota saat musibah menerjang pada Kamis lalu. Tim penyelamat darat berhasil mencapai lokasi jenazah Purja di ketinggian sekitar 5.700 meter, sebuah titik yang oleh klub disebut sebagai 'gunung yang ia cintai, dan kini telah merenggutnya dari kita'.
Sekretaris Jenderal Alpine Club of Pakistan, Ayaz Shigri, membenarkan bahwa jenazah Purja dan tiga pendaki lainnya telah ditemukan dalam operasi penyelamatan ketinggian yang berlangsung sulit akibat cuaca buruk. Sebelumnya, pada Sabtu, perusahaan ekspedisi Purja telah mengonfirmasi bahwa tidak ada satu pun anggota tim yang selamat. Otoritas regional juga melaporkan bahwa jenazah tiga pendaki lainnya—seorang perempuan Oman, seorang laki-laki Nepal, dan seorang perempuan Amerika—telah ditemukan dan diterbangkan ke kota Skardu pada Jumat. Seorang warga negara Tiongkok dan beberapa warga Nepal lainnya juga tercatat sebagai bagian dari ekspedisi tersebut.
Tragedi ini mengguncang komunitas pendakian global. Purja bukan sekadar pendaki biasa; ia memegang rekor dunia dengan mendaki 14 puncak tertinggi di dunia dalam waktu 189 hari pada 2019, sebuah pencapaian yang menginspirasi jutaan orang. Kisahnya diabadikan dalam film dokumenter '14 Peaks: Nothing Is Impossible' yang tayang di Netflix. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan, tetapi juga bagi para penggemar olahraga ekstrem di seluruh dunia.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat keras akan risiko yang melekat pada pendakian gunung berisiko tinggi. Meskipun tidak ada pendaki Indonesia dalam ekspedisi tersebut, komunitas pendaki Tanah Air—yang semakin aktif menaklukkan puncak-puncak dunia seperti Everest dan Carstensz Pyramid—perlu mengevaluasi kembali protokol keselamatan mereka. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam beberapa kesempatan menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca ekstrem, yang semakin tidak menentu akibat perubahan iklim.
Para ahli memperkirakan bahwa frekuensi longsoran salju di kawasan Himalaya meningkat dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan mencairnya gletser dan perubahan pola cuaca. Hal ini menuntut adanya peningkatan standar keselamatan, termasuk penggunaan peralatan deteksi longsor dan pelatihan evakuasi yang lebih ketat. 'Setiap ekspedisi harus memiliki rencana kontingensi yang matang, dan pendaki harus memahami bahwa gunung tidak pernah sepenuhnya bisa diprediksi,' ujar seorang analis pendakian yang enggan disebutkan namanya.
Operasi pencarian dan evakuasi di Broad Peak masih berlangsung, dengan tim penyelamat berupaya menjangkau lokasi-lokasi yang lebih sulit. Pertanyaan yang kini menggantung: akankah tragedi ini mendorong perubahan signifikan dalam regulasi pendakian di Pakistan dan negara-negara lain? Atau justru semakin mengukuhkan daya tarik gunung-gunung ekstrem bagi para petualang? Yang jelas, dunia kehilangan salah satu putra terbaiknya, dan duka ini akan terasa lama.



