Judd Trump Kembali Taklukkan Kyren Wilson, Juara Shanghai Masters 2026
Baca dalam 60 detik
- Trump mengalahkan Wilson 11-6 di final Shanghai Masters, memenangkan gelar keduanya di turnamen tersebut.
- Kemenangan ini menjadi awal sempurna musim 2026-27 bagi Trump, yang sebelumnya gagal di Kejuaraan Dunia.
- Dengan hadiah £210.000, turnamen non-peringkat ini menegaskan dominasi Trump di panggung snooker global.

Judd Trump, pemain nomor satu dunia asal Inggris, memastikan gelar juara Shanghai Masters untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Kyren Wilson dengan skor 11-6 pada final yang berlangsung Minggu (26/7) malam. Kemenangan ini langsung mengirim sinyal kuat di awal musim 2026-27, sekaligus membalas kekalahan dari Wilson di final turnamen yang sama pada 2015.
Pertandingan yang berlangsung di Shanghai itu memperlihatkan Trump tampil dominan sejak sesi pembuka. Ia unggul 7-3 setelah sesi pertama, berkat kombinasi break tinggi dan penyelesaian frame yang tenang. Wilson, yang merupakan juara bertahan setelah mengalahkan Ali Carter pada 2025, sempat memberikan perlawanan dengan break 103 dan 134, namun tidak cukup untuk membendung agresivitas Trump.
Bagi Trump, kemenangan ini memiliki makna lebih dari sekadar gelar. Ia sempat menelan kekalahan mengecewakan di Kejuaraan Dunia April lalu, ketika tersingkir di babak 16 besar oleh Hossein Vafaei asal Iran. Namun, di Shanghai ia tampil impresif dengan menyingkirkan Barry Hawkins, John Higgins, dan juara dunia Wu Yize sebelum menundukkan Wilson. "Dia mengalahkan saya di beberapa final terakhir. Senang bisa memulai musim dengan cara seperti ini dan membalasnya," ujar Trump kepada situs resmi WST.
Shanghai Masters memang bukan turnamen peringkat, tetapi hadiahnya termasuk yang paling menggiurkan di sirkuit World Snooker Tour. Trump membawa pulang £210.000, sementara Wilson harus puas dengan £105.000. Turnamen ini diikuti 24 pemain, terdiri dari 16 besar peringkat dunia, empat pemain China terbaik, dan empat wildcard tuan rumah. Kehadiran pemain-pemain China seperti Wu Yize menunjukkan perkembangan pesat snooker di negara tersebut, yang juga menjadi pasar penting bagi olahraga ini.
Bagi penggemar snooker di Indonesia, kemenangan Trump menegaskan bahwa ia masih menjadi kekuatan dominan di era saat ini. Meski usianya sudah 36 tahun, konsistensinya tetap terjaga. Namun, persaingan semakin ketat dengan munculnya generasi baru seperti Wu Yize, yang baru saja menjadi juara dunia. Pertanyaan besarnya adalah apakah Trump mampu mempertahankan performa ini sepanjang musim, terutama dengan kembalinya China Open ke kalender setelah absen sejak 2019.
China Open yang akan digelar di Taiyuan pada 8-16 Agustus menjadi ajang berikutnya yang dinantikan. Turnamen ini menggantikan Saudi Arabia Snooker Masters yang batal setelah hanya berjalan dua tahun dari kontrak sepuluh tahun. Trump dijadwalkan memulai kampanyenya melawan Noppon Saengkham dari Thailand, sementara Wilson akan berhadapan dengan Aaron Hill dari Irlandia. Dengan modal kemenangan di Shanghai, Trump tentu ingin melanjutkan tren positifnya. Apakah ia akan mampu mempertahankan gelar demi gelar? Kita tunggu saja.



