Joao Mario di Ambang Pindah ke Fiorentina, Juventus Siapkan Skema Pinjaman dengan Opsi Beli
Baca dalam 60 detik
- Fiorentina tengah merampungkan negosiasi peminjaman Joao Mario dari Juventus dengan opsi pembelian permanen senilai €8–9 juta.
- Bek kiri asal Portugal itu gagal bersinar di Juventus setelah diboyong seharga €12 juta dari Porto, sehingga sempat dipinjamkan ke Bologna tanpa kelanjutan.
- Kesepakatan ini menandai langkah Juventus menekan kerugian finansial, sementara Fiorentina berupaya memperkuat lini belakang dengan biaya minimal.

Fiorentina hampir pasti mendapatkan jasa Joao Mario pada bursa transfer musim panas ini. Klub asal Florence itu dikabarkan tengah merampungkan negosiasi peminjaman bek kiri milik Juventus dengan opsi pembelian permanen yang nilainya diperkirakan mencapai €8–9 juta.
Joao Mario, 26 tahun, tak pernah benar-benar menemukan performa terbaiknya sejak dibeli Juventus dari FC Porto pada musim panas 2025 dengan mahar €12 juta. Dalam setengah musim berseragam Bianconeri, ia hanya tampil 13 kali dan menyumbang satu assist. Minimnya kontribusi membuat Juventus meminjamkannya ke Bologna pada Januari lalu sebagai bagian dari kesepakatan tukar dengan Emil Holm.
Di Bologna, pemain tim nasional Portugal itu bermain 15 kali dan mencetak dua gol. Namun, baik Bologna maupun Juventus tidak memutuskan untuk menjadikan transfer itu permanen. Alhasil, Joao Mario kembali ke Turin pada akhir musim, namun masa depannya di Juventus sudah jelas tidak cerah.
Menurut pakar transfer Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, negosiasi antara Fiorentina dan Juventus sudah dalam tahap lanjut. Rencananya, Joao Mario akan dipinjamkan selama satu musim dengan opsi pembelian di akhir musim senilai €8–9 juta. Angka ini jauh di bawah nilai yang dikeluarkan Juventus dua tahun lalu, mencerminkan penurunan harga pasar pemain tersebut.
Selain itu, Porto sebagai mantan klub Joao Mario juga memiliki klausul 10% dari keuntungan penjualan di masa depan. Namun, karena nilai opsi pembelian Fiorentina lebih rendah dari harga beli Juventus, Porto tidak akan mendapatkan bagian apa pun—sebuah kerugian finansial bagi semua pihak kecuali Fiorentina.
Jika dilihat dari kacamata sepak bola Indonesia, pergerakan transfer ini menarik untuk dicermati. Serie A masih menjadi liga Eropa yang banyak diikuti penggemar di Tanah Air. Kehadiran pemain seperti Joao Mario—meski bukan bintang besar—tetap memberi warna tersendiri. Selain itu, strategi Juventus yang rela menjual rugi demi membersihkan skuad menunjukkan pragmatisme finansial yang lazim di klub-klub Italia saat ini. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam mengelola aset pemain dan meminimalkan kerugian investasi.
Di sisi lain, Fiorentina tampak cerdik memanfaatkan situasi. Dengan hanya mengeluarkan biaya pinjaman plus opsi beli yang relatif rendah, mereka bisa mendapatkan pemain berusia 26 tahun yang masih memiliki potensi berkembang. Jika Joao Mario mampu bangkit, Fiorentina bisa memperoleh bek kiri berkualitas dengan harga miring. Sebaliknya, jika gagal, mereka tak perlu menebus opsi permanen.
Keputusan akhir masih bergantung pada negosiasi detail antara ketiga klub. Joao Mario sendiri dikabarkan terbuka untuk pindah ke Fiorentina demi mendapatkan menit bermain reguler. Apakah langkah ini akan menjadi titik balik kariernya? Ataukah ia akan kembali terpuruk di klub baru? Jawabannya akan terlihat saat Serie A musim depan bergulir.



