Chelsea Incar Jonathan Rowe: Sayap Baru Berstatus Prospek Masa Depan
Baca dalam 60 detik
- Chelsea telah melakukan pendekatan untuk merekrut winger Bologna, Jonathan Rowe, yang dibanderol sekitar โฌ40 juta.
- Rowe, 23 tahun, dikenal sebagai dribel ulung dengan rekor 2,7 dribel sukses per 90 menit di Serie A, namun minim pengalaman di Premier League.
- Keputusan Chelsea ini memicu perdebatan: apakah mereka akan mengulang kesalahan merekrut pemain muda tanpa jam terbang di Inggris?

Chelsea kembali berburu talenta muda Eropa. Setelah mengamankan Morgan Rogers dari Aston Villa pekan ini, klub London Barat itu kini dikabarkan telah melakukan pendekatan untuk mendapatkan Jonathan Rowe, winger Bologna asal Inggris. Langkah ini menjadi sinyal bahwa Chelsea serius meremajakan lini serang mereka, meski keputusan itu menuai sorotan karena profil Rowe yang masih minim pengalaman di Premier League.
Rowe, 23 tahun, merupakan produk akademi Norwich City yang hijrah ke Italia pada musim panas lalu. Bersama Bologna, ia mencatatkan tiga gol dan tiga assist dalam 28 penampilan Serie Aโcatatan yang tergolong biasa. Namun, statistik lain menunjukkan potensinya: rata-rata 2,7 dribel sukses per 90 menit menjadikannya pemain dengan kemampuan menggiring bola terbaik kedua di liga. Di Europa League, ia tampil lebih tajam dengan empat gol dan dua assist dalam 12 laga, termasuk gol ke gawang Aston Villa yang membuatnya diingat.
Menurut laporan TEAMtalk, Chelsea telah menghubungi Bologna untuk menanyakan ketersediaan Rowe. Klub Italia itu disebut bersedia melepasnya dengan harga sekitar โฌ40 juta (ยฃ34 juta), meski kontraknya masih berlaku hingga 2029. Selain Chelsea, Everton dan beberapa klub Premier League lain juga dikabarkan tertarik. Namun, Bologna belum sepenuhnya ingin menjual, apalagi setelah kehilangan beberapa pemain kunci di bursa transfer sebelumnya.
Keputusan Chelsea mengejar Rowe mengundang pertanyaan. Pasalnya, musim lalu mereka merekrut Jamie Gittens, winger muda tanpa pengalaman Premier League, yang hanya tampil 490 menit di liga. Kegagalan itu menjadi pelajaran berharga. Namun, Rowe bukanlah pemain yang sama. Ia sempat tampil 13 kali di Premier League bersama Norwich, dan performanya di Europa League melawan klub-klub Inggris seperti Aston Villa menunjukkan ia bisa bersaing. Mantan pembawa acara talkSPORT, Jeff Stelling, memuji penampilannya di timnas U-21 Inggris saat menjuarai Euro U-21 musim panas lalu. "Dia luar biasa," kata Stelling.
Di sisi lain, Chelsea sudah memiliki Morgan Rogers yang dibeli sebesar ยฃ117 juta dari Aston Villa. Rogers sudah terbukti di Premier League dan timnas senior. Kehadiran Rowe bisa menjadi pelapis atau kompetitor di posisi sayap kiri dan lini tengah serang. Namun, dengan banderol yang tidak murah, Chelsea harus memastikan bahwa investasi ini tidak menjadi pengulangan kesalahan masa lalu.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Chelsea ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Eropa kini semakin agresif merekrut pemain muda dari berbagai liga, termasuk Italia. Jika Rowe sukses, ia bisa menjadi contoh bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, bahwa bermain di liga menengah seperti Serie A bisa menjadi batu loncatan ke Premier League. Namun, tantangan adaptasi dan tekanan di klub sebesar Chelsea tentu tidak ringan.
Ke depannya, Chelsea masih harus bersaing dengan Everton dan klub lain untuk mendapatkan tanda tangan Rowe. Bologna juga belum tentu melepasnya dengan mudah. Pertanyaan besarnya: apakah Chelsea akan berani mengambil risiko lagi, atau justru memilih opsi yang lebih aman? Keputusan ini bisa menentukan arah kebijakan transfer mereka dalam beberapa musim ke depan.



