Ledakan Rumah Mewah di Medan: Saksi Dengar Teriakan Minta Tolong dari Dalam Reruntuhan
Baca dalam 60 detik
- Seorang pekerja bangunan menolong sopir Lexus yang tertimpa reruntuhan dan mendengar suara perempuan minta tolong dari dalam rumah yang hancur.
- PGN menyatakan tidak mendeteksi gas metana di lokasi, bertolak belakang dengan dugaan awal kebocoran pipa bawah tanah.
- Tim SAR masih mencari kemungkinan korban tertimbun, sementara penyebab pasti ledakan masih diselidiki.

Ledakan dahsyat yang merobohkan rumah mewah di Perumahan Grand Polonia, Medan, Senin (20/7/2026) sore, menyisakan kepanikan dan kesaksian mencekam. Seorang pekerja bangunan, Danu (43), yang berada tak jauh dari lokasi, mengaku sempat menolong pengemudi mobil Lexus yang tertimpa material dan mendengar suara perempuan berteriak minta tolong dari dalam bangunan yang runtuh.
Danu menuturkan, ia melihat kilatan cahaya putih dari rumah nomor 3B sesaat sebelum dentuman keras mengguncang kawasan tersebut. “Begitu hitungan detik saya ke sudut, muncul cahaya putih, lalu langsung terjadi ledakan,” ujarnya di lokasi kejadian. Material bangunan berhamburan ke segala arah, menimpa sebuah mobil Lexus yang kebetulan melintas. Danu segera menolong sopir yang sempat terjepit di dalam kendaraan yang ringsek. “Mobilnya hancur, sopir selamat meski kejepit,” katanya.
Setelah memastikan sopir aman, Danu mendengar suara meminta pertolongan dari dalam rumah yang roboh. “Suaranya perempuan, teriak ‘tolong’ saja, lalu tidak terdengar lagi,” tuturnya. Ia juga melihat seorang bayi berlumuran darah di lantai atas bangunan yang hancur. “Saya fokus menolong sopir, tapi sempat lihat bayi di atas sana,” jelasnya. Bau gas menyengat tercium dari reruntuhan, dan asap mulai mengepul dari atas bangunan.
Ledakan yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu menghancurkan rumah tiga lantai tersebut dan merusak sedikitnya tujuh rumah di sekitarnya. Tiga unit mobil yang terparkir di depan rumah ikut tertimpa reruntuhan. Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun di bawah puing-puing.
Penyebab ledakan masih menjadi misteri. Aparat kepolisian dan tim terkait masih melakukan investigasi. Awalnya, ledakan diduga akibat kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah. Namun, Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan, menegaskan bahwa timnya tidak menemukan kandungan gas bumi atau metana di area rumah yang meledak. “Hasil deteksi gas di lantai 1 dan 2 menunjukkan angka 0 ppm,” ujarnya, Selasa (21/7/2026). PGN menyatakan prihatin dan telah menurunkan tim teknis serta tanggap darurat untuk mengamankan lokasi.
Kesaksian Danu dan temuan PGN membuka dua kemungkinan: ledakan bisa berasal dari sumber lain seperti bahan kimia atau korsleting listrik, bukan dari jaringan gas. Masyarakat sekitar masih diliputi kecemasan, terutama karena suara ledakan terdengar hingga radius beberapa kilometer. Pertanyaan besarnya, apakah ada korban jiwa yang masih tertimbun? Tim SAR terus bekerja, sementara warga berharap penyebab pasti segera terungkap agar kejadian serupa tidak terulang.



