Roma Kunci Transfer Summerville di Bawah €50 Juta, Saingan dari Premier League Terlambat Bergerak
Baca dalam 60 detik
- AS Roma dikabarkan telah mencapai kesepakatan dasar dengan West Ham United untuk merekrut Crysencio Summerville dengan nilai paket di bawah €50 juta, mengalahkan minat dari Aston Villa, Manchester United, dan Tottenham.
- Kesepakatan ini muncul setelah klausul rilis €53 juta yang sempat diperdebatkan ternyata hanya bersifat gentleman's agreement jika West Ham terdegradasi, bukan klausul kontrak resmi.
- Kehadiran Donyell Malen yang sukses di Roma serta tiket Liga Champions menjadi faktor kunci yang meyakinkan Summerville memilih pindah ke Serie A.

AS Roma bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini dengan mengamankan kesepakatan dasar untuk mendatangkan winger Leeds United, Crysencio Summerville, dengan nilai transfer di bawah €50 juta. Langkah ini sekaligus menepis ketertarikan sejumlah klub Premier League seperti Aston Villa, Manchester United, dan Tottenham Hotspur yang disebut-sebut juga memantau situasi pemain asal Belanda tersebut.
Menurut pakar transfer Sportitalia, Alfredo Pedullà, negosiasi antara Roma dan West Ham United—klub yang baru saja promosi ke Premier League—sudah mencapai tahap detail akhir. Nilai paket yang disepakati diperkirakan berkisar antara €45-46 juta ditambah bonus tambahan. Angka ini lebih rendah dari klausul rilis €53 juta yang sempat ramai diperbincangkan, namun belakangan diklarifikasi bahwa klausul tersebut hanyalah kesepakatan lisan (gentleman's agreement) jika West Ham terdegradasi ke Championship, bukan klausul kontrak resmi.
Kabar ini diperkuat oleh laporan dari jurnalis Italia lainnya, Eleonora Trotta, yang pada Senin lalu juga menyebut adanya kesepakatan serupa. Meskipun talkSPORT melaporkan bahwa Aston Villa, Manchester United, dan Tottenham masih memantau perkembangan Summerville, tampaknya mereka sudah terlambat untuk mengajukan tawaran. Roma dinilai lebih agresif dalam pendekatan dan sudah mendapatkan lampu hijau dari pemain berusia 22 tahun tersebut.
Keputusan Summerville untuk bergabung dengan Roma tidak lepas dari pengaruh rekan senegaranya, Donyell Malen, yang sukses besar sejak pindah ke Serie A. Malen menunjukkan performa luar biasa bersama Roma musim lalu, menjadi salah satu andalan di lini depan. Selain itu, keberhasilan Roma lolos ke Liga Champions musim depan menjadi daya tarik tambahan bagi Summerville, yang ingin bermain di kompetisi Eropa tertinggi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub Serie A mulai mampu bersaing dengan Premier League dalam merebut talenta muda Eropa. Roma, yang sebelumnya identik dengan pemain senior atau pemain pinjaman, kini berani mengeluarkan dana besar untuk pemain berusia di bawah 23 tahun. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi pemain Asia, termasuk Indonesia, bahwa Serie A bukan lagi liga "pensiunan" melainkan liga yang kompetitif dan terbuka terhadap pemain muda potensial.
Summerville sendiri merupakan produk akademi Feyenoord yang kemudian pindah ke Leeds United pada 2020. Musim lalu ia tampil impresif di Championship dengan mencetak 10 gol dan 8 assist, membantu Leeds finis di posisi ketiga dan gagal promosi. Kecepatan, dribel, dan kemampuannya bermain di kedua sisi sayap membuatnya menjadi incaran banyak klub. Di Roma, ia diharapkan bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Paulo Dybala atau menjadi pelapis bagi pemain bintang seperti Lorenzo Pellegrini.
Ke depannya, pertanyaan besar adalah apakah Summerville bisa langsung beradaptasi dengan taktik pelatih Daniele De Rossi yang cenderung mengandalkan serangan balik cepat. Jika berhasil, ia bisa menjadi salah satu rekrutan terbaik musim panas ini. Namun, jika gagal, Roma harus siap dengan risiko finansial yang cukup besar.



