Operasi Damai Cartenz: Tiga Anggota KKB Tewas dalam Baku Tembak di Yahukimo
Baca dalam 60 detik
- Tiga anggota KKB dari kelompok Ronal Heluka tewas dalam kontak senjata dengan aparat gabungan di Distrik Dekai, Yahukimo, Jumat lalu.
- Operasi ini merupakan buntut dari serangkaian aksi kekerasan bersenjata yang telah menewaskan warga dan aparat sejak 2022.
- Polisi mengamankan puluhan amunisi, senjata api, dan empat orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Satuan tugas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo dan Brimob Papua menembak mati tiga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam baku tembak di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (17/7) dini hari. Ketiganya merupakan bagian dari Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue yang dipimpin oleh Ronal Heluka, seorang buronan yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
Kontak senjata terjadi sekitar pukul 05.45 WIT saat tim gabungan melakukan operasi penegakan hukum. Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa seluruh tindakan dilakukan secara profesional dan proporsional. โOperasi ini berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi lapangan. Kami bertindak tegas dan terukur sesuai hukum,โ ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7).
Identifikasi korban menunjukkan mereka adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage. Kelompok ini diduga menggunakan sebuah rumah persinggahan di Logpon sebagai markas. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa operasi digelar setelah verifikasi intelijen yang mendalam. โKami ingin mencegah aksi kekerasan bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat,โ katanya.
Kelompok Ronal Heluka telah lama menjadi ancaman di wilayah Yahukimo. Sejak 2022, mereka diduga terlibat dalam serangkaian aksi brutal: pembunuhan personel TNI AD Pratu Eka Yohan Kaize (Desember 2022), penembakan mobil patroli Satgas Cartenz (Mei 2023), pembakaran kendaraan dinas Polres Yahukimo (Januari 2025), penganiayaan berat terhadap warga, hingga pembunuhan tujuh penambang di Pegunungan Bintang (Mei 2026). Daftar panjang ini menjadi dasar operasi penegakan hukum yang berujung pada kontak tembak Jumat lalu.
Dari lokasi kejadian, aparat mengamankan tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dua kapak, dua pisau panjang, satu handy talky Icom, satu peredam senjata, dan tujuh telepon genggam. Seluruh barang bukti kini disimpan di Satreskrim Polres Yahukimo untuk penyidikan. Jenazah ketiga anggota KKB telah dievakuasi ke RSUD Dekai.
Selain itu, polisi membawa empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM untuk dimintai keterangan. Penyidik masih mendalami peran mereka dalam jaringan KKB. Sebelumnya, dalam operasi yang sama di Yahukimo, aparat juga telah mengamankan empat orang lainโHH, KG, EH, dan ASโyang terkait dengan Batalyon Yamue. Mereka kini menjalani proses hukum.
Yusuf menekankan bahwa operasi ini menyasar pelaku tindak pidana bersenjata, bukan masyarakat sipil. โPenegakan hukum dilakukan secara profesional dan proporsional,โ tegasnya. Pertanyaan yang tersisa: apakah langkah ini cukup untuk memutus rantai kekerasan di Papua, atau justru akan memicu eskalasi baru? Operasi Damai Cartenz-2026 tampaknya masih akan terus berlanjut.



