Juventus Kunci Pellegrino: Crystal Palace Terlambat, Harga Rp530 M Bukan Halangan
Baca dalam 60 detik
- Juventus terus bernegosiasi dengan Parma untuk Mateo Pellegrino, meskipun Crystal Palace mencoba merebut pemain berusia 24 tahun itu.
- Kesepakatan terganjal struktur pembayaran, bukan banderol โฌ30 juta, karena Juventus menginginkan pinjaman dengan opsi beli.
- Pellegrino dikabarkan hanya menginginkan Juventus, meninggalkan Crystal Palace tanpa daya meski siap menawar lebih.

Juventus masih melanjutkan perundingan dengan Parma untuk merekrut penyerang Mateo Pellegrino, meskipun Crystal Palace berupaya memotong jalur. Klub asal Turin itu disebut tidak mempermasalahkan banderol โฌ30 juta (sekitar Rp530 miliar) yang dipasang Parma, melainkan struktur pembayaran yang belum menemui kata sepakat.
Kepergian Dusan Vlahovic sebagai agen bebas membuat lini depan Juventus kian kritis. Selain Pellegrino, nama Lois Openda dan Jonathan David juga masuk radar, namun negosiasi untuk Randal Kolo Muani dari Paris Saint-Germain masih alot. Alhasil, Bianconeri mengalihkan fokus ke pemain berusia 24 tahun yang musim lalu mencatatkan 12 gol dan satu assist dalam 39 pertandingan bersama Parma di Serie A dan Coppa Italia.
Menurut laporan Sportitalia yang dikutip oleh pakar transfer Gianluigi Longari, Crystal Palace sempat mencoba mengintersep kesepakatan ini. Namun, Pellegrino dikabarkan hanya menginginkan Juventus. โKlub Premier League itu bergerak cepat, tetapi hati sang pemain sudah tertambat ke Turin,โ ujar Longari.
Kendala utama bukan pada angka โฌ30 juta, melainkan formula pembayaran. Juventus menginginkan skema pinjaman dengan opsi beli yang berubah menjadi kewajiban jika kondisi tertentu terpenuhi. Parma menolak usulan tersebut dan menginginkan jaminan lebih besar agar transfer bersifat permanen, termasuk soal waktu pembayaran. Selain itu, ada klausul yang mewajibkan Parma membayar 7% dari biaya transfer kepada mantan klub Pellegrino, Velez Sarsfield. Hal ini turut mempersulit negosiasi karena Juventus ingin menekan pengeluaran di muka.
Bagi pembaca di Indonesia, persaingan klub-klub Eropa dalam merekrut pemain seperti Pellegrino mencerminkan dinamika pasar transfer yang kian kompetitif. Klub-klub Italia seperti Juventus harus bersaing dengan kekuatan finansial Premier League, sementara klub-klub Indonesia juga mulai mengintip peluang mendatangkan pemain muda potensial dari Eropa. Meski Pellegrino belum seterkenal nama-nama besar, statistiknya yang konsisten di Serie A menunjukkan potensi yang patut diperhitungkan.
Apakah Juventus akhirnya akan menyetujui tuntutan Parma atau justru beralih ke target lain? Dengan tenggat bursa transfer yang semakin dekat, keputusan dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah Pellegrino benar-benar berseragam hitam-putih musim depan.



