Aston Villa Rekrut Bek Timnas Norwegia dari Juventus untuk Perkuat Lini Belakang
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa mendatangkan Mathilde Harviken dari Juventus dengan kontrak berdurasi multi-tahun untuk memperkuat sektor pertahanan.
- Bek berusia 24 tahun itu telah mengoleksi 44 caps bersama Norwegia dan tampil di Piala Dunia 2023 serta Euro 2025.
- Rekrutan ini dinilai sebagai investasi jangka panjang Villa yang telah memantau perkembangan pemain sejak dua tahun lalu.

Aston Villa resmi mengamankan jasa bek timnas Norwegia, Mathilde Harviken, dari Juventus pada bursa transfer musim panas ini. Langkah tersebut menjadi sinyal ambisi klub asal Birmingham itu untuk bersaing di papan atas Women's Super League (WSL) musim depan.
Harviken, 24 tahun, meninggalkan Juventus setelah hanya setengah musim membela klub Italia tersebut. Selama berseragam Bianconere, ia tampil nyaris 50 kali di semua kompetisi, termasuk Liga Champions Wanita. Kontribusinya ikut mengantarkan Juventus meraih gelar Serie A, Coppa Italia, dan Piala Super Wanita Serie A pada musim 2024-2025.
Sebelum merumput di Italia, Harviken menempuh karier di Norwegia bersama FL Fart, Roa IL, dan Rosenborg. Bersama Rosenborg, ia mencatatkan lebih dari 80 penampilan sebelum pindah ke Juventus pada Januari 2025. Pengalaman internasionalnya juga tak diragukan: ia telah mengoleksi 44 caps bersama Norwegia sejak debut senior pada 2022, serta menjadi bagian skuad Piala Dunia 2023 dan Euro 2025.
Direktur sepak bola wanita Aston Villa, Marisa Ewers, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memantau perkembangan Harviken selama lebih dari dua tahun. "Mathilde adalah pemain yang kami pantau sejak lama dan kami selalu terkesan dengan perkembangannya. Ia memiliki banyak pengalaman untuk seusianya dan kami yakin ia punya semua atribut untuk memberikan dampak di sini," ujar Ewers dalam pernyataan resmi klub.
Bagi Aston Villa, rekrutan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat lini belakang yang kerap menjadi titik lemah musim lalu. Dengan pengalaman Harviken di kompetisi Eropa dan level internasional, Villa berharap dapat meningkatkan konsistensi pertahanan sekaligus menambah opsi taktik bagi pelatih. Di sisi lain, kepergian Harviken dari Juventus menimbulkan tanda tanya besar mengingat ia baru bergabung enam bulan lalu. Namun, ketertarikan Villa yang sudah berlangsung lama menunjukkan bahwa pemain tersebut memang menjadi target prioritas.
Bagi penggemar sepak bola wanita di Indonesia, pergerakan ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan semakin tingginya mobilitas pemain Skandinavia ke liga-liga top Eropa. WSL sendiri terus berkembang dan menjadi salah satu liga dengan daya tarik global, termasuk di Asia Tenggara. Kehadiran pemain sekaliber Harviken di Aston Villa diprediksi akan meningkatkan kualitas kompetisi dan memberikan tontonan menarik bagi penggemar tanah air yang mengikuti WSL.
Ke depannya, Aston Villa masih perlu menambah kedalaman skuad di beberapa posisi lain jika ingin bersaing memperebutkan tiket Eropa. Namun, dengan perekrutan Harviken, langkah awal yang solid telah diambil. Pertanyaan besarnya adalah: akankah Villa mampu mempertahankan performa sang bek dan mengoptimalkan potensinya di lingkungan baru?



