Arus Lalu Lintas Tendean Arah Pancoran Kembali Normal, Arah Blok M Masih Tersendat
Baca dalam 60 detik
- Polisi dan Sudinhub Jaksel membuka akses Jalan Kapten Tendean menuju Pancoran setelah pembongkaran JPO yang rusak akibat ditabrak truk crane.
- Ruas menuju Blok M masih ditutup total, menyebabkan kemacetan panjang di jam pulang kantor.
- Insiden tabrakan dipicu kelalaian sopir yang bermain ponsel, tanpa korban jiwa namun infrastruktur JPO hancur.

Petugas kepolisian dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan secara bertahap membuka kembali akses Jalan Kapten Tendean menuju arah Pancoran pada Selasa sore, setelah sebelumnya ditutup untuk proses pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) yang rusak parah akibat ditabrak truk bermuatan crane. Keputusan ini diambil setelah puing-puing berhasil disingkirkan, namun ruas menuju Blok M masih belum bisa dilalui kendaraan.
Proses evakuasi dan pembersihan material bekas JPO berlangsung sejak pagi hari. Sekitar pukul 17.10 WIB, kendaraan roda dua dan empat mulai diperbolehkan melintas di jalur yang mengarah ke Pancoran. Meski demikian, arus lalu lintas terpantau padat merayap karena bertepatan dengan jam pulang kerja dan sekolah. Sementara itu, jalur menuju Blok M masih tertutup rapat, memicu antrean panjang kendaraan yang mengular hingga ke titik-titik tertentu.
Petugas dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta telah membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan membawanya ke gudang penyimpanan. Flyover di atas lokasi kejadian tetap berfungsi normal, namun belum ada bus Transjakarta yang melintas hingga sore hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemulihan penuh masih memerlukan waktu, terutama untuk memastikan keamanan struktur di sekitar lokasi.
Kecelakaan yang melibatkan truk besar bermuatan crane ini terjadi akibat kelalaian pengemudi. Menurut keterangan petugas di lapangan, sopir truk diketahui sedang asyik bermain telepon genggam sehingga tidak menyadari bahwa muatan alat berat yang diangkutnya melebihi batas tinggi maksimal untuk melintas di bawah JPO. Akibat benturan keras, struktur jembatan penyeberangan mengalami kerusakan signifikanโbagian tangga putus dan salah satu pilar penyangga terangkat dari tempatnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dimensi kendaraan angkutan barang, terutama di jalan-jalan utama Jakarta yang memiliki banyak infrastruktur elevated. Pengamat transportasi menilai bahwa pengawasan terhadap truk over dimension dan over loading (ODOL) masih lemah, sehingga kecelakaan serupa berpotensi terulang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri tengah gencar menertibkan kendaraan ODOL, namun implementasi di lapangan masih menghadapi kendala.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai proses hukum terhadap sopir truk. Namun, petugas telah mengamankan kendaraan dan pengemudi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, warga sekitar berharap agar perbaikan JPO dapat segera dilakukan agar aktivitas penyeberangan kembali normal. Pertanyaan yang kini mengemuka: akankah insiden ini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan truk ODOL di Jakarta?



