Indonesia Gelar Forum Ekonomi Biru ASEAN di Banyuwangi, Dorong Model Pembangunan Berkelanjutan
Baca dalam 60 detik
- Indonesia menjadi tuan rumah ASEAN-ID Blue Forum di Banyuwangi pada 16-17 Juli 2026, menghadirkan negara ASEAN dan mitra untuk membahas ekonomi berbasis laut.
- Banyuwangi dipilih sebagai lokasi karena keberhasilannya mengintegrasikan konservasi laut dengan sektor perikanan, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.
- Forum ini diharapkan memperkuat kerja sama regional dalam pengelolaan sumber daya laut berkelanjutan, dengan partisipasi dari negara-negara EAS dan Pacific Islands Forum.

Indonesia akan menjadi tuan rumah forum ekonomi biru tingkat ASEAN yang digelar di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Jumat hingga Sabtu pekan ini. Acara bertajuk ASEAN-ID Blue Forum ini mempertemukan negara-negara anggota ASEAN dan mitra untuk bertukar praktik terbaik dalam pembangunan berkelanjutan berbasis kelautan.
Forum yang berlangsung pada 16-17 Juli 2026 ini diselenggarakan bersama oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru. Pemilihan Banyuwangi sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Menurut Adhyanti Sardanarini Wirajuda, pejabat Kementerian Luar Negeri, daerah ini dinilai sukses memadukan konservasi laut dengan perikanan, pariwisata, usaha kecil, dan pemberdayaan masyarakat.
โBanyuwangi menawarkan model pembangunan yang ingin kami bagikan kepada negara-negara peserta,โ ujar Adhyanti dalam keterangan pers pada Senin (13/7). Model integratif ini diharapkan menjadi contoh konkret bagi negara-negara kawasan yang tengah mencari keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Forum ini diharapkan menarik perwakilan dari seluruh negara anggota ASEAN, negara-negara peserta KTT Asia Timur (EAS), serta anggota Forum Kepulauan Pasifik. Diskusi akan difokuskan pada penguatan kerja sama regional di bidang ekonomi biru dan pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Bagi Indonesia, forum ini menjadi ajang strategis untuk menunjukkan kepemimpinan dalam isu kelautan di kawasan.
Ekonomi biru sendiri menjadi prioritas Indonesia dalam kerangka ASEAN, mengingat posisi geografisnya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Dengan potensi laut yang melimpah, Indonesia berkepentingan mendorong tata kelola yang berkelanjutan agar sumber daya laut tidak hanya dimanfaatkan secara ekonomi, tetapi juga terjaga untuk generasi mendatang. Forum ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan dengan Selandia Baru, yang dikenal memiliki pengalaman dalam pengelolaan perikanan dan konservasi laut.
Ke depan, hasil forum ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa diadopsi oleh negara-negara peserta, termasuk dalam hal kebijakan, pendanaan, dan transfer teknologi. Pertanyaan besarnya, sejauh mana komitmen negara-negara ASEAN dan mitra untuk benar-benar mengimplementasikan prinsip ekonomi biru di tengah tekanan pertumbuhan ekonomi dan eksploitasi sumber daya?



