Rahul Dravid Buka Peluang Kembali Melatih meski Kini Jadi Pemilik Tim
Baca dalam 60 detik
- Mantan pelatih India Rahul Dravid mengaku tetap tertarik menangani tim nasional atau klub jika tawaran menarik muncul, meski kini sibuk sebagai salah satu pemilik Dublin Guardians di ETPL.
- Komitmen Dravid terhadap ETPL hanya berlangsung sebulan dalam setahun, sehingga menyisakan banyak waktu untuk kembali ke bangku pelatih โ termasuk kemungkinan menangani Inggris yang sedang mencari suksesor Brendon McCullum.
- Jadwal ETPL (26 Agustusโ20 September) yang beririsan dengan persiapan Inggris menghadapi Pakistan pada 19 Agustus menjadi potensi benturan jika Dravid dilirik sebagai kandidat pelatih anyar.

Rahul Dravid, legenda kriket India yang baru saja menjajal peran sebagai pemilik tim di liga waralaba Eropa, menegaskan bahwa dirinya tidak menutup pintu untuk kembali ke dunia kepelatihan. Pria 53 tahun itu mengaku siap menerima tawaran melatih jika ada kesempatan yang menarik, meskipun saat ini ia tengah fokus mengembangkan Dublin Guardians di European T20 Premier League (ETPL).
Dalam wawancara dengan BBC Sport, Dravid mengungkapkan bahwa keterlibatannya di ETPL justru memberinya fleksibilitas waktu. "Liga ini hanya berlangsung sebulan dalam setahun, jadi itu yang membuatnya menarik โ mencoba sesuatu yang berbeda selama sebulan," ujarnya. "Tentu ada waktu sebelum dan sesudahnya yang harus saya curahkan untuk ETPL, dan saya berkomitmen penuh. Tapi itu juga membebaskan banyak waktu di sisa tahun. Jika ada hal menarik di bidang kepelatihan โ atau bidang lain โ saya akan pertimbangkan."
Pernyataan ini muncul di tengah perburuan pelatih baru untuk tim nasional Inggris. Inggris baru saja memecat Brendon McCullum dan menargetkan memiliki pelatih anyar sebelum rangkaian tiga laga Tes melawan Pakistan yang dimulai 19 Agustus. Nama Dravid, yang dikenal sebagai salah satu pemikir terdalam dalam kriket, sempat disebut-sebut sebagai kandidat kejutan untuk menggantikan McCullum.
Jika Dravid benar-benar dilirik Inggris, akan ada benturan jadwal yang tak terhindarkan. Persiapan Inggris untuk seri melawan Pakistan dimulai 19 Agustus, sementara ETPL baru berakhir 20 September. Dravid, yang pernah menangani India dari 2021 hingga 2024, memiliki rekam jejak solid: ia membawa India menjuarai T20 World Cup 2024 dan mencapai final WTC 2023. Namun, keputusannya untuk mengambil peran kepemilikan tim menunjukkan bahwa ia mungkin ingin menyeimbangkan antara gairah melatih dan tantangan bisnis.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, kabar ini menjadi pengingat bahwa figur sekelas Dravid masih memiliki ambisi besar di luar lapangan. Meski kriket belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, perkembangan liga-liga waralaba seperti ETPL membuka peluang bagi pemain dan pelatih Asia untuk berekspansi ke pasar global. Dravid, dengan pengalamannya menangani tim nasional India yang multikultural, bisa menjadi jembatan antara tradisi kriket Asia dan inovasi liga Eropa.
Ke depannya, pertanyaan terbesar adalah: apakah Dravid akan kembali ke kursi pelatih tim nasional, atau justru memilih membangun warisan sebagai pemilik tim? Jawabannya mungkin akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan, seiring Inggris yang terus mematangkan daftar kandidat pelatih baru.



