Kejutan di Nagoya: Yokozuna Onosato Tumbang Dua Kali Beruntun, Fujinokawa Pamer Teknik Ottsuke
Baca dalam 60 detik
- Yokozuna Onosato menelan kekalahan kedua berturut-turut di Turnamen Sumo Nagoya setelah dikalahkan maegashira Fujinokawa dengan teknik thrust down.
- Fujinokawa, yang kini 1-1, memanfaatkan tekanan kiri (ottsuke) untuk mengungguli sang juara bertabur cedera bahu kiri.
- Yokozuna Hoshoryu justru tampil perkasa dengan 2-0, sementara mantan ozeki Aonishiki masih sempurna dan memburu promosi kembali ke pangkat ozeki.

Grand champion Onosato kembali menelan pil pahit di hari kedua Turnamen Sumo Nagoya, Senin (13/7), setelah dijungkalkan oleh maegashira peringkat satu Fujinokawa melalui teknik thrust down. Kekalahan ini membuat peraih lima Piala Kaisar itu tertinggal 0-2 di awal turnamen 15 hari, sebuah awal yang sulit bagi yokozuna yang baru pulih dari cedera bahu kiri.
Pertarungan di IG Arena, Nagoya, menyajikan kejutan besar ketika Fujinokawa yang gesit mampu bertahan dari serangan awal Onosato yang kuat, lalu membalikkan keadaan dengan teknik ottsuke โ jepitan lengan kiri yang membuat lawan kehilangan keseimbangan. โSaya tidak terlalu memikirkan serangan awalnya, tapi saya berhasil memukul yokozuna dengan keras,โ ujar Fujinakawa, yang kini mencatat rekor 1-1 setelah kemenangan pertamanya atas Onosato pada Maret lalu. Bagi Fujinokawa, kemenangan ini menjadi modal berharga untuk mengejar promosi perdana ke jajaran sanyaku, tiga level elite di bawah yokozuna.
Kondisi fisik Onosato memang menjadi sorotan. Ia absen pada dua turnamen sebelumnya karena nyeri bahu kiri yang melemahkan, dan kekalahan beruntun ini memunculkan pertanyaan tentang kesiapannya bersaing di level tertinggi. Sebaliknya, sesama yokozuna Hoshoryu justru tampil gemilang. Pegulat kelahiran Mongolia itu menjatuhkan maegashira peringkat satu Takanosho (1-1) dengan lemparan tanpa sabuk (beltless arm throw) setelah duel sengit di tepi dohyo. Hoshoryu, yang juga baru pulih dari cedera hamstring pada Turnamen Musim Panas Mei lalu, kini memimpin klasemen sementara dengan rekor 2-0.
Di sisi lain, mantan ozeki Aonishiki โ pegulat muda asal Ukraina โ terus menunjukkan performa impresif. Setelah diturunkan pangkat karena absen pada turnamen Mei akibat cedera pergelangan kaki, ia membutuhkan setidaknya 10 kemenangan di Nagoya untuk merebut kembali status ozeki. Pada hari kedua, Aonishiki mendorong keluar maegashira peringkat dua Churanoumi (0-2) dan kini duduk di puncak klasemen bersama para pesaing berat. Sementara itu, ozeki Kirishima (2-0) dan Kotozakura (2-0) juga tak terkalahkan. Kotozakura, yang baru saja menjuarai turnamen eksibisi Paris bulan lalu, berhasil mengalahkan komusubi Yoshinofuji (1-1) dengan dorongan di tepi dohyo.
Bagi penggemar sumo di Indonesia, kejutan di Nagoya ini mengingatkan pada dinamika olahraga tradisional Jepang yang kerap menyajikan drama tak terduga. Meski sumo belum sepopuler bulu tangkis atau sepak bola di Tanah Air, turnamen ini mulai menarik perhatian berkat siaran langsung di platform digital. Kegagalan Onosato mempertahankan dominasi bisa menjadi pelajaran tentang pentingnya manajemen cedera dan adaptasi strategi โ relevan bagi atlet Indonesia yang kerap menghadapi tekanan serupa di ajang internasional.
Dengan 13 hari tersisa, pertanyaan besar kini mengemuka: mampukah Onosato bangkit dari keterpurukan dan mempertahankan gelar yokozuna? Atau justru Hoshoryu yang akan mengambil alih panggung? Jawabannya akan terungkap dalam pekan-pekan mendatang, saat para pegulat terbaik Jepang beradu teknik dan mental di atas tanah liat Nagoya.



