Meta Siap Produksi Massal Chip AI 'Iris' Mulai September, Target Kurangi Ketergantungan pada Nvidia
Baca dalam 60 detik
- Meta akan memulai produksi chip AI khusus bernama Iris pada September 2025, hasil kolaborasi dengan Broadcom dan TSMC.
- Langkah ini merupakan bagian dari strategi Meta untuk menggandakan kapasitas komputasi menjadi 14 gigawatt pada 2027 dan mengurangi biaya infrastruktur.
- Dengan chip buatan sendiri, Meta berharap bisa bersaing lebih efektif di era AI tanpa harus bergantung penuh pada pemasok eksternal seperti Nvidia.

Meta Platforms siap memproduksi massal chip kecerdasan buatan (AI) buatan sendiri mulai September tahun ini, sebuah langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur komputasi dan mengurangi ketergantungan pada pemasok chip eksternal seperti Nvidia dan AMD. Rencana ini terungkap dalam memo internal yang dilihat oleh Reuters.
Chip yang diberi nama sandi "Iris" ini merupakan bagian dari proyek jangka panjang Meta yang disebut MTIA (Meta Training and Inference Accelerators), yang dirancang khusus untuk meningkatkan kinerja AI di platform Facebook dan Instagram. Menurut memo tersebut, proses pengujian chip hanya memakan waktu enam pekan dan tidak ditemukan masalah berartiโsebuah kemajuan yang cukup cepat mengingat proyek in-house Meta sempat tersendat sejak diluncurkan lebih dari lima tahun lalu.
Meta menggandeng Broadcom untuk membantu desain chip dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) sebagai mitra manufaktur. Pendekatan ini diyakini akan membantu Meta menekan biaya komputasi yang membengkak serta memberikan kendali lebih besar atas rantai pasok teknologinya. Saat ini, Meta masih sangat bergantung pada GPU dari Nvidia dan AMD untuk menjalankan beban kerja AI, namun adopsi GPU terbaru di perusahaan sebesar Meta dinilai sebagai "pekerjaan berat yang memakan waktu," seperti tertulis dalam memo tersebut.
"Anda tidak bisa menjadi raksasa AI jika masih bergantung pada perusahaan lain untuk urusan chip," ujar Mike Gualtieri, wakil presiden dan analis utama di Forrester. Menurutnya, perusahaan hyperscaler seperti Meta dan bahkan SpaceX kini berlomba merancang chip sendiri karena itu menjadi satu-satunya cara untuk bersaing dalam hal harga penggunaan model AI.
Meta pertama kali memperkenalkan Iris secara teknis pada Maret lalu bersama tiga prosesor AI lainnya. Perusahaan berencana meluncurkan chip baru setiap enam bulan hingga 2027, lebih cepat dari kebiasaan industri yang biasanya merilis chip AI dalam interval satu tahun atau lebih. Langkah ini menunjukkan betapa seriusnya Meta dalam membangun kemandirian teknologi di tengah persaingan sengit dengan Google, Microsoft, dan Amazon.
Di sisi lain, ekspansi infrastruktur AI Meta juga didukung oleh perjanjian pasokan jangka panjang dengan sejumlah pemasok, termasuk Samsung Electronics untuk chip memori, Sandisk untuk penyimpanan flash, dan Sumitomo Electric untuk peralatan fiber optik. Perjanjian semacam ini menjadi krusial di tengah kelangkaan chip memori yang telah mendorong kenaikan harga, bahkan memicu istilah "chipflation"โsebuah fenomena yang menurut analis Morgan Stanley telah menjadi kekhawatiran makroekonomi.
Bagi Indonesia, perkembangan ini patut dicermati karena Meta merupakan salah satu operator pusat data terbesar di Asia Tenggara. Dengan meningkatnya kebutuhan komputasi AI, permintaan terhadap infrastruktur digital di kawasan juga berpotensi naik, termasuk layanan cloud dan konektivitas. Namun, ketergantungan pada chip impor dan teknologi asing masih menjadi tantangan bagi ekosistem AI dalam negeri. Langkah Meta menuju kemandirian chip bisa menjadi contoh bagi perusahaan teknologi di Indonesia untuk mulai mempertimbangkan investasi serupa, meski dalam skala yang lebih kecil.
Ke depan, keberhasilan chip Iris akan menjadi ujian apakah Meta mampu benar-benar melepaskan diri dari dominasi Nvidia. Jika produksi berjalan lancar, bukan tidak mungkin perusahaan lain akan mengikuti jejak serupa, mengubah peta persaingan industri chip AI global. Pertanyaannya, akankah langkah ini cukup untuk mengejar ketertinggalan dari para pemain mapan seperti Nvidia yang sudah memiliki ekosistem matang?



