Capello Dukung Maldini di FIGC, Tapi Tak Lupakan 'Dosa' Mancini
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini resmi menjabat direktur teknis FIGC dengan kontrak hingga 2030, didampingi Leonardo sebagai penasihat.
- Fabio Capello menilai Maldini sosok ideal, namun mengingatkan bahwa pengkhianatan Mancini terhadap timnas Italia tak bisa dimaafkan.
- Keputusan pelatih baru menjadi ujian pertama bagi duet Maldini-Leonardo; Conte disebut Capello sebagai pilihan terbaik.

Fabio Capello, legenda sepak bola Italia, memberikan dukungan penuh terhadap penunjukan Paolo Maldini sebagai direktur teknis Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), namun ia tak segan mengkritik Roberto Mancini yang dianggap melakukan kesalahan besar dengan meninggalkan timnas di saat kritis. Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Capello menegaskan bahwa meski Mancini punya kualitas, tindakannya meninggalkan Azzurri beberapa hari sebelum laga penting adalah noda yang sulit dihapus.
Maldini, yang baru saja diangkat sebagai presiden Club Italia dan direktur teknis FIGC dengan kontrak empat tahun hingga Piala Dunia 2030, akan bekerja sama dengan mantan rekan setimnya di AC Milan, Leonardo, yang berperan sebagai penasihat. Langkah ini menandai awal era baru setelah kepergian presiden FIGC sebelumnya, Gabriele Gravina, pelatih Gennaro Gattuso, dan delegasi Gianluigi Buffon pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Giovanni Malagรฒ, yang menggantikan Gravina, menjadikan Maldini sebagai rekrutan pertamanya yang signifikan.
Capello, yang pernah menangani AC Milan dan timnas Inggris, memuji kapasitas Maldini. "Tidak ada yang lebih baik darinya untuk pekerjaan ini," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Maldini adalah sosok serius, cakap, dan penuh perhatian, yang lebih banyak bekerja daripada bicara. "Dia punya ide dan proyek yang sudah jelas di kepalanya," kata Capello. Namun, ia juga mengingatkan bahwa Maldini membutuhkan kebebasan penuh untuk membuat perubahan, seperti yang ia lakukan di Milan sebelum akhirnya hengkang karena perbedaan pendapat dengan pemilik klub.
Soal Leonardo, Capello menilai pria Brasil itu juga paham betul sepak bola. "Jika Maldini menginginkannya di dekatnya, itu karena ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Mereka berdua serius dan mengerti sepak bola," tegas Capello. Ia menolak anggapan bahwa Leonardo terbiasa dengan pengeluaran besar di PSG. "Uang tidak ada hubungannya. Ini soal ide, bukan sumber daya," ujarnya.
Capello juga memberikan pandangannya soal calon pelatih kepala. Ia mengaku telah lama mendukung Antonio Conte, yang dinilai sukses menangani Azzurri. "Saya sudah bilang, saya akan memilih Conte. Mancini juga bagus, tapi meninggalkan timnas dalam keadaan sulit beberapa hari sebelum pertandingan penting adalah kesalahan yang terlalu besar untuk dilupakan," kata Capello. Nama Pep Guardiola juga disebut-sebut sebagai kandidat, namun Capello tampaknya lebih condong pada Conte.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah FIGC ini menarik untuk dicermati. Italia, yang pernah menjadi kiblat taktik, kini berusaha bangkit setelah gagal di dua edisi Piala Dunia. Kehadiran Maldini dan Leonardo diharapkan bisa merevitalisasi pembinaan pemain muda, sesuatu yang juga menjadi tantangan bagi sepak bola Indonesia. Keberhasilan duet ini akan menjadi tolok ukur bagi federasi lain, termasuk PSSI, dalam membangun struktur teknis yang solid.
Ke depan, keputusan siapa yang akan duduk di kursi pelatih akan menjadi ujian pertama bagi Maldini dan Leonardo. Apakah mereka akan memilih Conte yang pragmatis, atau mengambil risiko dengan pelatih asing seperti Guardiola? Capello sendiri yakin bahwa proyek Maldini akan jelas dan terarah. "Saya penasaran melihat bagaimana perkembangannya saat mereka mempresentasikannya, dimulai dari pelatih kepala berikutnya," pungkasnya.



