Bank Mantap Targetkan Status Devisa dan Naik Kelas KBMI 3 pada 2028
Baca dalam 60 detik
- Bank Mantap menggenjot digitalisasi dua sisi: layanan nasabah lewat aplikasi Movin dan otomatisasi internal untuk efisiensi biaya.
- Fitur tabungan emas di Movin menjadi andalan baru, menyasar nasabah pensiunan sebagai segmen utama.
- Target menjadi bank devisa dan masuk KBMI 3 pada 2028 menandai ambisi ekspansi dan peningkatan skala bisnis.

Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menetapkan target ambisius untuk meraih status bank devisa dan naik kelas ke Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 3 pada tahun 2028. Langkah ini ditempuh melalui percepatan transformasi digital yang dinilai mampu menekan biaya operasional sekaligus memperluas jangkauan layanan.
Direktur Utama Bank Mantap, Panji Irawan, mengungkapkan bahwa digitalisasi menjadi pilar utama dalam strategi perseroan. Transformasi dilakukan pada dua sisi sekaligus: pertama, pengalaman nasabah melalui aplikasi Movin by Mantap Mobile; kedua, otomatisasi proses bisnis internal. Menurut Panji, pendekatan ganda ini sudah mulai menunjukkan hasil berupa efisiensi biaya operasional yang signifikan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah fitur tabungan emas di aplikasi Movin. Fitur ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah, termasuk segmen pensiunan yang menjadi basis utama Bank Mantap. Dengan tabungan emas, nasabah bisa berinvestasi logam mulia secara digital, memudahkan akses tanpa harus menyimpan fisik.
Ambisi menuju KBMI 3 bukan tanpa tantangan. Saat ini Bank Mantap masih berada di KBMI 2 dengan modal inti di bawah Rp30 triliun. Untuk mencapai target 2028, perseroan perlu mengakselerasi pertumbuhan bisnis, baik organik maupun melalui strategi kemitraan. Status bank devisa juga akan membuka akses ke layanan perdagangan internasional dan produk valuta asing, yang selama ini didominasi bank-bank besar.
Bagi pasar Indonesia, langkah Bank Mantap mencerminkan tren digitalisasi perbankan yang kian masif. Bank-bank lapis kedua mulai berani bersaing dengan pemain besar melalui inovasi digital dan segmentasi khusus. Jika berhasil, Bank Mantap bisa menjadi model bagi bank lain yang ingin naik kelas tanpa harus bergantung pada ekspansi fisik.
Ke depan, keberhasilan Bank Mantap akan sangat tergantung pada kemampuan menjaga pertumbuhan kredit berkualitas dan efisiensi operasional. Pertanyaannya, akankah target 2028 tercapai di tengah tekanan persaingan dan regulasi yang ketat?



