Liverpool Incar Joao Gomes: Rekrutan Gaya Baru ala Wijnaldum
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan telah melakukan kontak awal dengan perwakilan gelandang Wolverhampton, Joao Gomes, yang terdegradasi musim lalu.
- Gelandang Brasil berjuluk 'Pitbull' itu dinilai cocok mengisi lubang di lini tengah The Reds yang mulai kehilangan ketajaman Mac Allister dan Gravenberch.
- Dengan banderol £38 juta, transfer ini dianggap sebagai strategi cerdas meniru kesuksesan merekrut Georginio Wijnaldum dari Newcastle yang terdegradasi pada 2015.

Liverpool dikabarkan serius mendatangkan gelandang Wolverhampton Wanderers, Joao Gomes, sebagai solusi murah untuk memperkuat lini tengah yang mulai tergerus. Klub asal Merseyside itu telah menjalin komunikasi dengan agen pemain asal Brasil tersebut setelah rencana transfernya ke Atletico Madrid gagal terwujud.
Gomes, yang musim lalu harus merasakan degradasi bersama Wolves, dianggap sebagai tipe pemain yang hilang dari skuad asuhan Andoni Iraola. Dengan banderol hanya £38 juta—jauh lebih murah dibandingkan mahar pemain selevel Elliot Anderson (£116 juta) atau Sandro Tonali (£100 juta)—langkah ini dinilai sebagai pembelian cerdas yang mengingatkan pada rekrutan Georginio Wijnaldum dari Newcastle pada 2015 silam.
Kala itu, Liverpool memanfaatkan situasi Newcastle yang terdegradasi untuk mendatangkan Wijnaldum seharga £20 juta. Gelandang Belanda itu kemudian menjadi motor permainan yang tak tergantikan di era Jurgen Klopp. Kini, Iraola disebut ingin mengulang resep serupa dengan memboyong Gomes yang dijuluki 'Pitbull' karena keganasannya di lini tengah.
Kebutuhan Liverpool akan gelandang bertahan semakin mendesak setelah performa Alexis Mac Allister dan Ryan Gravenberch menurun drastis musim lalu. Dominik Szoboszlai menjadi satu-satunya penggerak lini tengah yang konsisten hingga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Anfield. Sementara itu, Ibrahima Konate dan Virgil van Dijk tercatat sebagai bek paling aktif dalam duel—sebuah indikator bahwa lini tengah kerap kehilangan penguasaan bola.
Menurut jurnalis Bence Bocsak, Gomes adalah tipe pemain yang mampu menjadi perekat tim seperti Wijnaldum dulu. "Dia ahli dalam duel, tahan tekanan, dan memiliki intensitas tinggi baik saat membawa bola maupun tanpa bola," ujar Bocsak. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan keseimbangan antara pertahanan dan serangan, sekaligus menjadi fondasi bagi proyek jangka panjang Iraola.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Liverpool ini menarik untuk dicermati. Di tengah dominasi klub-klub kaya yang membeli pemain mahal, The Reds justru memilih pendekatan berbeda: memanfaatkan situasi klub yang terdegradasi untuk mendapatkan pemain berkualitas dengan harga miring. Strategi ini mengingatkan pada kebijakan transfer klub-klub Eropa yang lebih mengutamakan nilai tambah ketimbang sekadar gengsi.
Manchester United juga dikabarkan tertarik pada Gomes setelah gagal mendatangkan Ederson dari Atalanta. Persaingan dua klub sekota ini bisa memicu perang penawaran, meski Liverpool diyakini memiliki keunggulan karena sudah lebih dulu menjalin komunikasi. Pertanyaannya, akankah Iraola berhasil mengulang kesuksesan Klopp dengan 'Wijnaldum baru'-nya?



