Coventry City Boyong Winger Burnley Tchaouna dengan Biaya Rp400 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Coventry City resmi mendatangkan Loum Tchaouna dari Burnley dengan kontrak lima tahun dan nilai transfer sekitar 20 juta poundsterling.
- Pemain berusia 22 tahun itu diharapkan menjadi motor serangan baru bagi Coventry yang akan tampil di Premier League musim depan.
- Tchaouna memiliki pengalaman bermain di tiga liga top Eropa, menjadikannya aset berharga bagi tim promosi tersebut.

Coventry City, yang baru saja promosi ke Premier League, mengumumkan perekrutan winger Loum Tchaouna dari Burnley dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai 20 juta poundsterling atau sekitar Rp400 miliar. Pemain Prancis berusia 22 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun, menjadi salah satu pembelian termahal dalam sejarah klub.
Tchaouna bergabung dengan Burnley dari Lazio pada musim panas lalu, tetapi tidak mampu menyelamatkan timnya dari degradasi. Selama semusim di Turf Moor, ia mencatatkan tiga gol dalam 32 penampilan di semua kompetisi. Kini, ia kembali ke kasta tertinggi Inggris bersama Coventry yang baru saja memastikan tiket promosi setelah menjuarai Championship.
Dalam pernyataan resmi klub, Tchaouna mengungkapkan antusiasmenya. โSaya sangat bersemangat memulai musim baru di Premier League. Saya merasa siap untuk tantangan ini. Saya akan membawa energi, determinasi, dan kepemimpinan ke dalam tim,โ ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pengalamannya bermain di Ligue 1, Serie A, dan Premier League memberinya kepercayaan diri meski usianya masih muda.
Karier Tchaouna dimulai di akademi Rennes, kemudian ia merantau ke Italia bersama Salernitana sebelum akhirnya direkrut Lazio. Langkahnya ke Burnley musim lalu menjadi batu loncatan ke Premier League, dan kini ia kembali ke divisi utama dengan status pemain yang lebih matang. Coventry sendiri akan memulai musim dengan laga berat melawan Arsenal pada 21 Agustus mendatang.
Bagi Coventry, perekrutan ini menunjukkan ambisi mereka untuk tidak sekadar bertahan di Premier League. Dengan pengalaman Tchaouna di tiga liga top Eropa, ia diharapkan menjadi kreator serangan utama. Meski Burnley terdegradasi, catatan tiga golnya di liga menunjukkan potensi yang bisa diasah lebih lanjut.
Dari sudut pandang Indonesia, transfer ini menarik karena menunjukkan betapa agresifnya klub promosi dalam belanja pemain. Nilai transfer yang mencapai Rp400 miliar menjadi sinyal bahwa persaingan di Premier League semakin ketat. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, pergerakan pemain muda seperti Tchaouna bisa menjadi inspirasi, sekaligus menambah daya tarik liga Inggris yang sudah sangat populer di Indonesia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Tchaouna mampu memenuhi ekspektasi sebagai pemain termahal Coventry. Dengan jadwal padat Premier League dan tekanan tinggi, konsistensi akan menjadi kunci. Jika ia beradaptasi cepat, bukan tidak mungkin ia menjadi salah satu pemain kunci musim ini.



