Pembunuhan Ann Widdecombe: Polisi Fokus pada Jendela Kritis 24 Jam
Baca dalam 60 detik
- Ann Widdecombe ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya di Dartmoor, diduga menjadi korban serangan pada siang hari dan baru ditemukan 24 jam kemudian.
- Polisi mempersempit rentang waktu serangan antara penampilan terakhir Widdecombe di TalkTV dan saat ia tak lagi merespons panggilan, dengan tersangka utama seorang pria kulit putih yang masih buron.
- Investigasi mengungkap tidak ada motif politik di balik pembunuhan ini, sementara pihak berwenang terus mengumpulkan bukti dari CCTV dan saksi di sekitar lokasi kejadian.

Polisi Inggris meyakini Ann Widdecombe, mantan menteri Konservatif yang kemudian bergabung dengan Reform UK, tewas setelah mengalami serangan pada siang hari dan mayatnya baru ditemukan hampir 24 jam kemudian oleh seorang pengasuh di kediamannya di Dartmoor. Jendela waktu antara penampilan terakhirnya di televisi dan saat ia berhenti menjawab panggilan menjadi fokus utama penyelidikan.
Menurut laporan The Sun yang dikutip oleh penyidik, Widdecombe yang berusia 78 tahun diduga diserang sekitar pukul 12.30 pada Rabu (8 Juli 2026), hanya beberapa jam setelah tampil langsung di TalkTV pukul 08.00. Ia dijadwalkan wawancara lagi di Channel 5 pada pukul 14.15, namun tidak pernah muncul. Kekhawatiran muncul ketika ia tidak merespons pesan, sehingga pengasuhnya memeriksa kediamannya pada Kamis pagi dan menemukan Widdecombe dalam kondisi bersimbah darah.
Asisten Kepala Polisi Matt Longman mengonfirmasi bahwa pihaknya meyakini serangan terjadi pada Rabu sekitar pukul 12.30. Polisi baru dipanggil ke lokasi pada pukul 11.40 Kamis setelah tim ambulans melaporkan temuan tersebut. Rentang waktu 24 jam antara dugaan serangan dan penemuan jasad menjadi pusat penyelidikan, memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang mungkin berada di sekitar rumah Widdecombe selama periode itu dan apakah pelaku masih berada di area Dartmoor atau telah melarikan diri.
Channel 5 presenter Dan Walker mengungkapkan bahwa tim produksi mulai khawatir ketika Widdecombe tidak muncul. "Tim menghubungi agennya untuk memeriksa keadaan. Informasi ini telah diserahkan ke polisi sebagai bagian investigasi," ujarnya. Urutan peristiwa ini menjadi kunci dalam upaya detektif merekonstruksi jam-jam terakhir Widdecombe.
Polisi Devon dan Cornwall masih melakukan pemeriksaan forensik di properti Widdecombe dan mencari bukti dari dashcam, CCTV, serta saksi mata yang dapat membantu merekonstruksi pergerakan di sekitar rumah selama jendela kritis 24 jam. Longman menegaskan bahwa belum ada informasi yang menunjukkan pembunuhan ini bermotif politik. "Tidak ada indikasi kejahatan bermotif politik pada tahap ini," katanya dalam konferensi pers.
Pengemudi pribadi Widdecombe, Peter Horrell, mengaku "sangat terkejut" dengan kejadian ini. Ia menggambarkan Widdecombe sebagai "wanita hebat" yang "sangat lucu" dan "membumi", serta tidak pernah menyebutkan rasa takut akan keselamatannya. Kesaksian Horrell mengenai rutinitas dan rasa aman Widdecombe di kawasan Haytor diperkirakan akan membantu polisi memahami apakah ada hal tidak biasa menjelang serangan.
Kepergian Widdecombe juga memicu gelombang penghormatan dari rekan dan publik. Anton Du Beke, juri Strictly Come Dancing yang pernah menjadi pasangan Widdecombe di acara tersebut pada 2010, menyatakan "sangat terpukul". Perdana Menteri Keir Starmer menyebut berita ini "sangat mengejutkan" dan memuji Widdecombe sebagai "politisi terhormat" yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Menteri Penjara di kabinet John Major.
Kasus ini menyoroti kerentanan tokoh publik yang tinggal sendirian di daerah terpencil. Di Indonesia, fenomena serupa pernah terjadi pada beberapa artis dan politisi senior yang ditemukan meninggal setelah beberapa hari tidak terdengar kabar. Pertanyaan yang kini mengemuka: apakah sistem pengawasan dan respons cepat terhadap tokoh publik di daerah terpencil sudah memadai? Polisi Inggris terus mendalami kasus ini, sementara publik menanti apakah pelaku akan segera tertangkap.



