Ken Bates, Mantan Bos Chelsea yang Membeli Klub Hanya Rp20 Ribu, Tutup Usia
Baca dalam 60 detik
- Ken Bates, pengusaha yang membeli Chelsea seharga 1 pound sterling pada 1982 dan menjualnya 140 juta pound dua dekade kemudian, meninggal di usia 94 tahun.
- Di bawah kepemimpinannya, Chelsea bangkit dari keterpurukan divisi dua hingga memutus puasa gelar 26 tahun lewat Piala FA 1997.
- Kepergian Bates menutup era penting dalam sejarah klub London Barat yang kini menjadi raksasa sepak bola global.

Ken Bates, mantan pemilik dan ketua Chelsea yang dikenal karena membeli klub tersebut hanya dengan harga 1 pound sterling pada 1982, meninggal dunia pada usia 94 tahun. Chelsea mengumumkan kepergiannya pada Sabtu (10/8) melalui pernyataan resmi, menyebut Bates meninggal dengan tenang di kediamannya di Monako, didampingi istri dan keluarga.
Bates mengambil alih Chelsea saat klub itu terpuruk di Divisi Kedua Liga Inggris dan menanggung utang sebesar 1,5 juta pound. Dalam dua dekade berikutnya, ia membangun kembali fondasi klub, membawa mereka kembali ke papan atas, dan akhirnya menjual sahamnya kepada miliarder Rusia Roman Abramovich pada 2003 senilai 140 juta pound. Meski klub masih dalam kondisi utang berat saat transaksi, Bates tetap bertahan sebagai ketua hingga setahun kemudian.
Kepemimpinan Bates tidak hanya soal bisnis. Ia menunjuk sejumlah manajer yang membentuk identitas Chelsea modern, termasuk Glenn Hoddle, Ruud Gullit, Gianluca Vialli, dan Claudio Ranieri. Di bawah Gullit, Chelsea mengakhiri penantian 26 tahun tanpa trofi besar dengan menjuarai Piala FA pada 1997. Prestasi itu menjadi titik balik yang membuka jalan bagi era keemasan klub di kemudian hari.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Bates menjadi pelajaran tentang pentingnya visi jangka panjang dalam mengelola klub. Di tengah maraknya investasi asing di Liga Inggris, perjalanan Bates dari pembelian murah hingga penjualan bernilai miliaran rupiah menunjukkan bagaimana transformasi klub bisa terjadi dengan manajemen yang tepat. Chelsea yang kini menjadi salah satu klub terkaya di dunia berutang banyak pada langkah berani Bates di masa sulit.
Pernyataan Chelsea mengenang Bates sebagai sosok yang gigih memperjuangkan klub saat masa-masa sulit. "Ken's determination to fight for Chelsea when times were tough, and drive the team on to winning trophies will never be forgotten," tulis klub dalam rilis resmi. Bates juga dikenal karena kepribadiannya yang kontroversial, termasuk konflik dengan suporter dan kebijakan keamanan stadion yang ketat.
Warisan Bates tidak hanya terbatas pada Chelsea. Ia juga sempat memiliki Leeds United pada 2005, meski masa kepemimpinannya di klub Yorkshire itu tidak semulus di London. Namun, bagi Chelsea, namanya akan selalu tercatat sebagai arsitek kebangkitan dari keterpurukan. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah bagaimana generasi baru penggemar Chelsea akan memandang sosok yang meletakkan batu pertama kesuksesan klub, sebelum era Abramovich dan gelar-gelar Liga Champions.



