Jorge Jesus Resmi Tangani Portugal, Reuni dengan Ronaldo Hingga 2030
Baca dalam 60 detik
- Pelatih berusia 71 tahun itu menandatangani kontrak empat tahun hingga Piala Dunia 2030 yang akan digelar di Portugal, Spanyol, dan Maroko.
- Jesus pernah menangani Cristiano Ronaldo di Al Nassr dan sukses meraih gelar Liga Saudi, menjadi modal penting untuk mengelola megabintang tersebut.
- Laga perdana Jesus bersama Portugal akan tersaji pada laga Nations League melawan Wales, 24 September mendatang.

Jorge Jesus resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala baru Timnas Portugal dengan kontrak berdurasi empat tahun hingga Piala Dunia 2030, di mana Portugal akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Spanyol dan Maroko. Keputusan ini diumumkan setelah Portugal tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 oleh Spanyol dengan skor 1-0, dan pelatih sebelumnya, Roberto Martinez, telah mengumumkan pengunduran dirinya.
Jesus, yang memulai karier kepelatihannya pada 1990 bersama klub Portugal Amora, bukanlah nama asing di dunia sepak bola. Pria berusia 71 tahun ini pernah menangani Cristiano Ronaldo selama satu musim di Al Nassr, di mana mereka sukses membawa klub Arab Saudi itu meraih gelar Liga Saudi. Pengalaman ini menjadi nilai tambah karena Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 adalah yang terakhir baginya, meskipun ia belum secara resmi pensiun dari tim nasional.
Dalam pernyataannya, Jesus menyebut Ronaldo sebagai "simbol sepak bola Portugal" dan menegaskan bahwa ia akan tetap memanggil sang megabintang selama ia masih bermain dan dalam kondisi fit. "Selama dia bermain dan dalam kondisi untuk dipilih, saya akan memilihnya, dalam batasan tertentu dan dalam kondisi yang saya anggap terbaik untuk tim nasional," ujar Jesus. Ia juga menambahkan bahwa Ronaldo tidak akan pernah menjadi masalah bagi tim nasional, baik secara pribadi maupun profesional.
Jesus juga memiliki rekam jejak mentereng di level klub. Ia memenangkan treble domestik bersama Al Hilal di Arab Saudi pada musim 2023-2024, serta tiga gelar Liga Portugal bersama Benfica pada 2010, 2014, dan 2015. Kesuksesannya di Brasil bersama Flamengo pada 2019, dengan meraih lima trofi termasuk gelar liga dan Copa Libertadores, menegaskan kemampuannya dalam menangani tim-tim besar.
Laga perdana Jesus bersama Portugal akan berlangsung pada 24 September mendatang, saat mereka menghadapi Wales di laga pembuka Grup D Nations League. Pertandingan ini akan menjadi ujian awal bagi strategi Jesus, sekaligus kesempatan untuk melihat bagaimana ia mengelola transisi generasi di skuad Portugal, terutama dengan Ronaldo yang memasuki fase akhir kariernya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, penunjukan Jesus menjadi sorotan karena ia pernah menangani pemain-pemain Brasil yang populer di Liga Indonesia, seperti Gabriel Barbosa (Gabigol) di Flamengo. Selain itu, kesuksesannya di Liga Saudi juga relevan dengan meningkatnya minat terhadap sepak bola Timur Tengah di Indonesia. Dengan pengalaman luasnya, Jesus diharapkan mampu membawa Portugal meraih prestasi di Piala Dunia 2030 yang akan digelar di tiga benua.
Pertanyaan besarnya kini adalah apakah Jesus dapat mengulang kesuksesannya di level klub bersama tim nasional, dan bagaimana ia akan mengelola ekspektasi tinggi publik Portugal yang menginginkan gelar juara dunia setelah penampilan mengecewakan di Piala Dunia 2026.



