Pangeran Harry Bocorkan Tontonan Favorit Anak-Anaknya: Bukan Kartun Amerika
Baca dalam 60 detik
- Pangeran Harry mengungkap bahwa kedua anaknya, Archie dan Lilibet, sangat menyukai acara kompetisi kue Inggris Junior Bake Off.
- Dalam wawancara langka di ITV, Harry menyebut tontonan itu lebih menarik dibanding versi dewasa dan menjadi hiburan keluarga.
- Kunjungan solo Harry ke Inggris juga diwarnai sambutan hangat staf rumah sakit saat ia merayakan program perawat spesialis anak.

Pangeran Harry, Duke of Sussex, secara mengejutkan membuka tabir kehidupan keluarganya di California dalam sebuah wawancara televisi langka. Kepada pembawa acara Alison Hammond di program This Morning ITV, ia mengungkapkan bahwa putra dan putrinya—Pangeran Archie (7) dan Putri Lilibet (5)—memiliki kegemaran menonton yang tak biasa: Junior Bake Off, acara kompetisi memasak versi anak-anak dari Inggris.
"Ngomong-ngomong, anak-anak saya suka Junior Bake Off," ujar Harry, seperti dikutip dari tayangan tersebut. Pernyataan itu sontak membuat Hammond, yang juga salah satu pembawa acara The Great British Bake Off, terkejut. "Hentikan! Benarkah?" tanyanya tak percaya. Harry menegaskan, "Mereka sangat menyukainya. Dan saya juga suka. Jauh lebih bagus daripada versi dewasa."
Pilihan tontonan ini menarik karena menunjukkan bahwa meski tinggal di Amerika Serikat, keluarga kerajaan yang kini menjauh dari protokol istana tetap mempertahankan sentuhan budaya Inggris di rumah. Junior Bake Off sendiri merupakan tayangan populer di saluran Channel 4, di mana anak-anak berusia 9–15 tahun beradu keterampilan membuat kue dan roti. Bagi publik Indonesia, fenomena ini bisa menjadi cerminan bagaimana keluarga multikultural tetap bisa menjaga identitas asal melalui konsumsi media, sekaligus mengingatkan pada popularitas acara memasak lokal seperti MasterChef Indonesia yang juga digemari lintas usia.
Dalam kesempatan yang sama, Harry juga ditanya soal rasa bangga keluarganya terhadap kerja amalnya. Ia menjawab dengan nada rendah hati, "Mereka tidak bilang bangga setiap hari. Tapi ya, saya bangga pada mereka. Mereka bangga pada saya." Jawaban ini memperlihatkan dinamika keluarga yang hangat, jauh dari citra kaku kerajaan. Bagi pembaca Indonesia, momen ini bisa menjadi pengingat bahwa figur publik sekalipun memiliki interaksi keluarga yang sederhana dan universal.
Selain soal tontonan anak, kunjungan Harry ke Inggris juga menyita perhatian. Saat mengunjungi Rumah Sakit Anak Birmingham pada Kamis (9/7) waktu setempat, ia disambut gegap gempita oleh para perawat. Sky News melaporkan Harry "dikerumuni perawat" hingga staf rumah sakit membentuk lingkaran di sekelilingnya. Duke of Sussex itu menyempatkan diri berbincang, berpelukan, dan berfoto bersama mereka. Acara tersebut merupakan bagian dari perayaan 20 tahun program perawat spesialis yang diselenggarakan oleh yayasan WellChild.
Di bangsal, Harry bertemu dengan Alec Hill, 12 tahun, dan berbagi cerita tentang hobi putranya. "Tahu tidak siapa yang terobsesi dengan Lego? Anak saya, Archie—dan dia seorang pembangun ulung," ujar Harry. Interaksi semacam ini menunjukkan sisi manusiawi seorang pangeran yang kerap menjadi sorotan media. Ke depannya, publik akan terus mengamati bagaimana Harry menyeimbangkan perannya sebagai anggota keluarga kerajaan, aktivis, dan ayah di tengah sorotan global. Apakah Junior Bake Off akan menjadi tontonan wajib di istana Montecito? Atau justru akan menginspirasi anak-anak Indonesia untuk lebih akrab dengan dapur?



