RANS Entertainment Bantah Tudingan Pencucian Uang: IPO Sudah Sesuai Aturan
Baca dalam 60 detik
- Manajemen RANS Entertainment menepis isu pencucian uang dengan merujuk pada ketatnya proses IPO yang diawasi OJK dan BEI.
- Komisaris Utama RANS mengungkapkan valuasi perusahaan diperkirakan telah menembus Rp2 triliun, naik signifikan dari Rp1,3 triliun pada 2021.
- Nagita Slavina memilih pihak komisaris yang memberikan klarifikasi agar terkesan lebih objektif ketimbang dirinya atau Raffi Ahmad.

PT Rans Entertainment Tbk (RANS) akhirnya angkat bicara menepis tuduhan bahwa perusahaan hiburan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu dijadikan sarana pencucian uang. Melalui pernyataan resmi, manajemen menegaskan bahwa seluruh proses bisnis dan pencatatan saham telah memenuhi ketentuan yang berlaku, sehingga fundamental perusahaan tetap solid.
Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Nurhadi, menilai tuduhan tersebut tidak berdasar karena proses penawaran umum perdana saham (IPO) telah melewati serangkaian pemeriksaan ketat oleh regulator. Menurutnya, setiap emiten wajib memenuhi persyaratan yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelum resmi melantai di bursa. "Jadi kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumours yang ada, daripada faktanya yang ada," ujarnya dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Cyril menjelaskan bahwa proses IPO mencakup ratusan halaman dokumen dan pemeriksaan menyeluruh oleh penjamin emisi (underwriter). Ada tiga aspek utama yang menjadi fokus penilaian: keterbukaan hukum, akuntansi, dan informasi kepada publik. Dari sisi hukum, setiap transaksi harus dapat dibuktikan dengan dokumen resmi seperti akta notaris. Sementara dari aspek akuntansi, perusahaan wajib menyajikan laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, standar keterbukaan informasi publik juga harus dipenuhi sebagai syarat menjadi perusahaan tercatat.
Dalam kesempatan yang sama, Cyril mengungkapkan bahwa pada 2021, ketika Grup Emtek masuk sebagai investor strategis, perusahaan menerima investasi Rp248 miliar dengan kepemilikan sekitar 17-18%. Saat itu, valuasi RANS telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Dengan asumsi pertumbuhan sekitar 10% per tahun, ia memperkirakan valuasi perusahaan saat ini telah melampaui Rp2 triliun. Angka ini menunjukkan fundamental bisnis yang terus menguat di tengah sorotan publik.
Menariknya, Nagita Slavina memilih untuk tidak memberikan klarifikasi langsung. Ia justru mengapresiasi penjelasan dari Komisaris Utama RANS. Menurut Nagita, pernyataan dari pihak komisaris akan lebih objektif dibandingkan jika disampaikan oleh dirinya atau Raffi Ahmad yang identik dengan perusahaan. "Terima kasih atas klarifikasinya, karena saya rasa kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang objektif. Tapi rasanya kalau dari Cyril bisa lebih menjelaskan sebenarnya apa yang terjadi," kata Nagita.
Klarifikasi ini menjadi penting bagi investor dan publik di Indonesia, mengingat RANS merupakan salah satu emiten yang sahamnya banyak diperdagangkan oleh investor ritel. Tuduhan pencucian uang dapat mempengaruhi kepercayaan pasar, namun manajemen berupaya meyakinkan bahwa semua proses telah sesuai aturan. Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah isu ini akan berdampak pada harga saham RANS di bursa, atau justru menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan transparansi.



