J.K. Simmons Sebut Pembatalan Batgirl 'Aneh', Ungkap Kenangan Manis di Balik Layar
Baca dalam 60 detik
- J.K. Simmons mengaku bingung dengan keputusan Warner Bros. mengubur film Batgirl yang sudah rampung syuting, meski hasil tes penonton tergolong baik.
- Aktor berusia 71 tahun itu menyesalkan hilangnya kesempatan memperkenalkan kisah asal-usul Batgirl versi layar lebar, yang ia nilai sebagai proyek menyenangkan.
- Sikap berbeda ditunjukkan Michael Keaton yang tak ambil pusing, sementara para sutradara mengaku syok dan kecewa atas pembatalan tersebut.

J.K. Simmons, aktor yang memerankan Komisaris James Gordon dalam film Batgirl yang dibatalkan, menyebut keputusan Warner Bros. dan DC Films mengubur proyek tersebut sebelum dirilis sebagai sesuatu yang "aneh". Dalam wawancara terbaru, ia mengungkapkan kebingungannya karena proses produksi berjalan lancar dan hasil tes penonton pun tidak buruk.
Film yang dibintangi Leslie Grace sebagai Barbara Gordon alias Batgirl itu seharusnya tayang di HBO Max pada 2022. Namun, tanpa pemberitahuan resmi yang memadai, studio memutuskan untuk tidak merilisnya sama sekaliโsebuah langkah yang jarang terjadi untuk film superhero yang sudah menghabiskan biaya produksi puluhan juta dolar. Simmons, yang juga dikenal sebagai J. Jonah Jameson di Spider-Man, mengaku tidak mendapat penjelasan detail di balik keputusan tersebut.
Dalam podcast Happy Sad Confused, ia mengatakan, "Sepertinya hanya satu kelompok penonton uji coba yang melihatnya, dan hasilnya tidak jelek. Ini jelas keputusan bisnis yang entah bagaimana, mirip dengan drama Justice League sebelumnya. Tapi kemudian muncul Zack Snyder's Justice League yang sangat disukai penggemar." Simmons menambahkan bahwa ia dan kru menikmati proses syuting dan yakin film itu akan menjadi tontonan superhero yang seru.
Sikap berbeda ditunjukkan oleh Michael Keaton, yang kembali memerankan Batman setelah 30 tahun. Dalam wawancara dengan GQ pada 2024, ia mengaku tidak peduli dengan pembatalan tersebut. "Tidak, saya tidak ambil pusing satu pun. Cek besar yang menyenangkan," ujarnya santai. Namun, Keaton mengaku iba terhadap sutradara Adil El Arbi dan Bilall Fallah. "Saya suka mereka. Mereka orang baik. Saya ingin mereka sukses. Mereka sangat kecewa, dan itu membuat saya ikut sedih."
Para sutradara sebelumnya mengaku "terkejut dan sedih" atas keputusan studio. Dalam pernyataan bersama, mereka berterima kasih kepada para pemain dan kru yang telah bekerja keras. "Bermimpi bekerja dengan aktor-aktor luar biasa seperti mereka adalah suatu kehormatan," tulis mereka. Mereka juga memuji dedikasi Leslie Grace, yang disebut memiliki "passion, dedikasi, dan kemanusiaan" yang tinggi.
Keputusan membatalkan Batgirl menjadi salah satu kontroversi terbesar di industri hiburan Hollywood dalam beberapa tahun terakhir. Bagi penggemar DC di Indonesia, nasib film ini menjadi pengingat bahwa tidak semua proyek besar yang diumumkan akan benar-benar tayang. Di tengah persaingan ketat platform streaming global, keputusan bisnis sering kali mengorbankan karya kreatif yang sudah hampir jadi. Pertanyaan besarnya: apakah Warner Bros. akan membuka kembali arsip Batgirl di masa depan, atau film ini akan selamanya menjadi "kota hantu" di dunia sinema superhero?



