IPO RANS Disambut Antusias, Haji Isam hingga Boy Thohir Hadir di Lantai Bursa
Baca dalam 60 detik
- PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi melantai di BEI dengan harga saham melonjak 34% pada hari pertama.
- Sejumlah konglomerat seperti Haji Isam, Axton Salim, dan Boy Thohir turut hadir, menandakan dukungan terhadap ekosistem kreatif.
- Dana IPO Rp429 miliar akan digunakan untuk konser, akuisisi kosmetik, dan pengembangan wahana Cipungland.

Lantai bursa efek Indonesia kembali menjadi saksi gebrakan baru di industri kreatif. PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) resmi memulai perdagangan saham perdananya pada Jumat (10/7/2026) di Gedung Bursa Efek Jakarta. Kehadiran figur-figur papan atas seperti Haji Isam, Axton Salim, Boy Thohir, hingga Anindya Bakrie dalam seremoni pembukaan menjadi penanda bahwa sektor hiburan dan kreator konten mulai dilirik serius oleh kalangan bisnis.
Andi Syamsuddin Arsad atau Haji Isam, konglomerat asal Kalimantan yang dikenal sebagai pemilik Jhonlin Group, ikut memencet bel pembukaan bersama Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan jajaran direksi. Raffi Ahmad, pendiri RANS, mengungkapkan bahwa Haji Isam memegang 1% saham perseroan dan menjadi salah satu mentornya. "Kedatangan beliau adalah simbol dukungan bagi industri kreatif Indonesia," ujarnya dalam sambutan.
Kehadiran Axton Salimโgenerasi ketiga Salim Groupโdan Garibaldi 'Boy' Thohir dari Adaro Energy turut memperkuat sinyal bahwa para pemodal besar mulai melihat potensi creator economy. Ketua Kadin Anindya Bakrie serta CEO SCTV Sutanto Hartono juga hadir, mengindikasikan jalinan antara industri kreatif dan media mainstream. Bagi investor di Indonesia, IPO ini menjadi ujian apakah model bisnis berbasis selebritas dan konten digital mampu bertahan dalam jangka panjang.
Direktur Utama RANS, Nagita Slavina, menekankan bahwa langkah ini adalah transformasi dari kreativitas menjadi institusi bisnis yang profesional. "Indonesia memiliki talenta kreatif luar biasa. Tantangannya adalah mengubahnya menjadi intellectual property dan perusahaan yang akuntabel," katanya. Pernyataan ini relevan di tengah maraknya startup kreatif yang go public, namun belum semuanya menunjukkan fundamental yang kuat.
Dana segar hasil IPO akan dialokasikan untuk sejumlah proyek strategis. Sekitar 37,61% atau Rp161,5 miliar digelontorkan untuk penyelenggaraan konser. Sebesar 19,80% (Rp85 miliar) digunakan untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia, menandai ekspansi ke bisnis kecantikan. Sementara itu, 18,64% (Rp80 miliar) dialokasikan untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, yang menyasar segmen keluarga.
Selain itu, RANS juga menginvestasikan 8,15% (Rp35 miliar) pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi, serta 6,98% (Rp29,95 miliar) untuk melunasi sebagian fasilitas kredit. Sisanya, 8,82% (Rp37,8 miliar), memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera yang bergerak di bidang kuliner. Diversifikasi ini menunjukkan ambisi RANS untuk tidak bergantung pada satu lini bisnis.
Lonjakan harga saham hingga batas auto reject atas (ARA) pada hari pertama mencerminkan euforia pasar. Namun, pertanyaan mendasar tetap mengemuka: mampukah RANS menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan ketat industri hiburan dan perubahan selera konsumen? Kehadiran para konglomerat mungkin menjadi angin segar, tetapi eksekusi strategi jangka panjang akan menjadi penentu sesungguhnya.



