Kebakaran TPA Jatiwaringin Memasuki Hari ke-10: Sisa Api 5 Persen, Water Bombing Terus Dikerahkan
Baca dalam 60 detik
- Petugas gabungan masih memadamkan sisa titik api di TPA Jatiwaringin yang diperkirakan tinggal 5 persen dari total area terbakar seluas 15 hektare.
- Operasi pemadaman melibatkan dua helikopter water bombing dan alat berat untuk menjangkau titik api di bawah timbunan sampah yang sulit diakses.
- Bupati Tangerang memastikan proses pemadaman akan terus berlanjut hingga seluruh api dan asap benar-benar padam untuk mencegah kebakaran susulan.

Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih menyisakan titik api yang tersisa sekitar 5 persen dari total area yang terbakar pada hari kesepuluh, Kamis (9/7).
Pantauan di lokasi menunjukkan asap pekat masih membubung dari timbunan sampah di sektor barat TPA. Meski kobaran api tidak lagi besar dan hanya terlihat di beberapa titik permukaan, petugas gabungan terus melakukan pendinginan dan pemadaman untuk mencegah meluasnya kembali titik api. Operasi pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara, dengan dua unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat. Alat berat juga dioperasikan guna mengurai timbunan sampah agar titik api di bawah permukaan lebih mudah dipadamkan.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman selama sepuluh hari terakhir telah menunjukkan hasil signifikan. Sekitar 95 persen dari total 15 hektare area yang sebelumnya terbakar kini telah berhasil dipadamkan. "Ini sudah mencapai sekitar 95 persen asap dan api ini sudah padam. Masih ada sisa sekitar 3 hektare lagi yang kita lakukan proses pemadaman api," ujar Maesyal usai meninjau lokasi kebakaran, Kamis (9/7).
Meski demikian, Maesyal menegaskan proses pemadaman belum akan dihentikan hingga seluruh titik api dan asap benar-benar padam. Ia meminta seluruh personel gabungan tetap siaga agar tidak terjadi kebakaran berulang. "Tentunya memang masih ada tadi saya naik ke atas puncak timbunan sampah, masih ada lokasi-lokasi yang muncul api dan juga asap. Nah ini akan dilakukan pemadaman melalui udara menggunakan water bombing," jelas Maesyal. Pemerintah daerah bersama BNPB, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh unsur terkait akan terus bekerja hingga kebakaran dinyatakan padam sepenuhnya.
Kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi pengingat akan risiko pengelolaan sampah di Indonesia, terutama di musim kemarau. Peristiwa serupa kerap terjadi di berbagai TPA di tanah air, seperti TPA Bantar Gebang dan TPA Piyungan, yang memicu polusi udara dan gangguan kesehatan warga sekitar. Kejadian ini mendorong evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah dan kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran di TPA. Pertanyaan yang muncul: apakah pemerintah daerah akan memperkuat infrastruktur pemadaman dan sistem peringatan dini untuk mencegah kebakaran serupa di masa mendatang?



