Pengejaran Terduga Pembunuh Sekdin Bangkalan Meluas ke Sejumlah Provinsi
Baca dalam 60 detik
- Polisi masih memburu E, terduga pembunuh Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan yang mayatnya ditemukan di mobil dinas di Bandara Juanda dua pekan lalu.
- Pelaku diduga terus berpindah-pindah lokasi antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, mempersulit proses penangkapan.
- Kuasa hukum keluarga korban mengungkapkan E memiliki rekam jejak penipuan dan diduga menggunakan modus love scam.

Dua pekan setelah jasad Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan, RYS (51), ditemukan di dalam mobil dinas di parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, polisi masih belum berhasil menangkap terduga pelaku. Pengejaran terhadap pria berinisial E, yang diduga sebagai orang terakhir bersama korban, kini diperluas ke sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur, AKBP Arbaridi Jumhur, mengakui proses pengejaran tidak mudah karena E terus berpindah-pindah lokasi. "Masih kita sisir terus, masih kita datangi terus teman, keluarga. Memang agak lincah untuk pelaku," ujarnya, Rabu (8/7). Polisi mengandalkan informasi dari teman dan kerabat terduga untuk melacak keberadaannya.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa jejak E sempat terlacak di wilayah Jawa Tengah, namun hingga kini ia diduga tidak menetap di satu tempat. "Pelaku ini alamatnya tidak ada di rumahnya. Namanya Erlan," kata Risang. Ia menambahkan bahwa E diketahui kerap berpindah domisili antara Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Hasil otopsi menunjukkan korban mengalami kekerasan fisik. Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan luka robek di cuping telinga kiri akibat benda tumpul, pelebaran pembuluh darah di kelopak mata, dan bibir kebiruan yang mengindikasikan mati lemas (asfiksia). Pemeriksaan organ dalam juga menunjukkan perubahan warna pada lidah dan saluran napas.
Risang menduga perkenalan antara korban dan E bermula dari urusan proyek, namun ia menekankan bahwa motif sebenarnya bisa jadi penipuan berkedok cinta (love scam). "Penipuan semua, ya properti, proyek, jual-beli. Kalau korban ini mungkin ya penipuan modusnya love scam itu," ucapnya. Ia menambahkan bahwa keluarga korban tidak mengenal E sama sekali, sehingga penangkapan menjadi kunci untuk mengungkap kronologi.
Polisi terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempersempit ruang gerak E. Meski pengejaran masih berlangsung, belum ada batas waktu pasti yang ditetapkan. Pertanyaan yang tersisa: akankah pelaku berhasil dibekuk sebelum ia menghilang lebih jauh?



