Bologna Siapkan €3 Juta untuk Bek Kiri Jerman, Incar Dua Gelandang Inter
Baca dalam 60 detik
- Bologna hampir mengamankan bek kiri Lasse Gunther dari Elversberg dengan biaya €3 juta, menunjukkan perombakan skuad di bawah pelatih baru Domenico Tedesco.
- Klub Serie A itu juga meminati dua gelandang Inter Milan, Ebeneezer Akinsanmiro dan Yanis Massolin, untuk dipinjam guna memperkuat lini tengah.
- Langkah agresif Bologna di bursa transfer mencerminkan ambisi bersaing di papan atas, sekaligus menjadi contoh bagi klub Indonesia dalam membangun tim melalui kombinasi rekrutan dan pemain pinjaman.

Bologna bergerak cepat di bursa transfer musim panas ini. Klub Serie A itu dikabarkan hampir menyelesaikan transfer bek kiri asal Jerman, Lasse Gunther, dari SV Elversberg dengan nilai mencapai €3 juta. Tak berhenti di situ, manajemen Rossoblu juga mengajukan permintaan pinjaman kepada Inter Milan untuk dua gelandang muda mereka.
Menurut laporan Sportitalia, negosiasi dengan Elversberg sudah memasuki tahap akhir. Kesepakatan dasar telah tercapai, dan Bologna tinggal merampungkan detail administratif. Gunther, yang berusia 23 tahun, dinilai sebagai pemain serbabisa karena bisa bermain sebagai bek kiri murni maupun gelandang sayap kiri. Fleksibilitas taktis ini menjadi nilai tambah di mata pelatih anyar Bologna, Domenico Tedesco, yang tengah merombak skuad sesuai visinya.
Di sisi lain, harian Il Resto del Carlino melaporkan bahwa Bologna telah melakukan pendekatan resmi kepada Inter untuk meminjam dua gelandang: Ebeneezer Akinsanmiro dan Yanis Massolin. Akinsanmiro baru saja kembali dari masa pinjaman di Pisa, sementara Massolin, pemain berusia 23 tahun berdarah Prancis-Aljazair, disebut-sebut memiliki potensi besar. Langkah ini menunjukkan strategi Bologna yang tidak hanya mengandalkan pembelian, tetapi juga memanfaatkan jaringan pemain muda dari klub besar.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Bologna ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Liga 1 sering menghadapi dilema antara merekrut pemain asing mahal atau mengembangkan talenta muda. Model Bologna yang memadukan pembelian pemain dengan harga terjangkau dan pinjaman dari klub besar bisa menjadi referensi. Apalagi, Inter Milan memiliki sejarah kerja sama dengan klub Italia lainnya dalam hal peminjaman pemain muda.
Menurut analis transfer Italia, Luca Cilli, Bologna menunjukkan keseriusan dalam membangun tim yang kompetitif. “Mereka tidak hanya mencari pemain siap pakai, tetapi juga investasi jangka panjang. Gunther adalah contoh pemain yang bisa berkembang di Serie A,” ujarnya. Sementara itu, permintaan pinjaman ke Inter menandakan hubungan baik antar klub yang bisa saling menguntungkan.
Ke depan, Bologna diprediksi akan terus aktif di bursa transfer hingga jendela musim panas ditutup. Pertanyaan besarnya: apakah kombinasi rekrutan baru ini cukup untuk membawa Bologna bersaing di papan tengah Serie A, atau justru menjadi batu loncatan bagi pemain muda seperti Akinsanmiro dan Massolin untuk bersinar?



